<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="85695">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PETANI CABAI MERAH ANTARA POLA TANAM MONOKULTUR DENGAN POLA TANAM TUMPANG SARI DI KECAMATAN PIDIE KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Faidil Akbar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Faidil  Akbar  &quot;Analisis  Perbandingan  dan  Faktor-faktor  yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Cabai Antara Pola Tanam Tumpang sari dengan   Pola  Tanam   Monokultur   di  Kecamatan   Pidie   Kabupaten   Pidie&quot;. Dibawah  bimbingan  Bapak  Dr. Ir. Sofyan,  M.  Agric.Sc  sebagai  pembimbing  utama dan Bapak Dr. lr.  Agussabti,  M.Si sebagai  pembimbing kedua&#13;
Penelitian  ini dilakukan  di Kecamatan  Pidie Kabupaten Pidie. Adapun permasalahan   dalam    penelitian   ini   adalah    seberapa    besar    perbedaan    tingkat pendapatan    petani   yang   menerapkan    pola   tanam   tumpangsari  dan   pola   tanam monokultur,  serta  bagaimanakah  pengaruh   luas  lahan,  biaya  produksi,   dan  tenaga kerja terhadap  pendapatan  petani cabai pola tanam  tumpang  sari dan monokultur.Penelitian   ini  dilakukan  dengan  tujuan  untuk  mengetahui   tingkat  perbedaan pendapatan  dari  petani  cabai  yang menerapkan pola  tanam  tumpangsari   dengan  pola tanam  monokultur dan untuk  melihat  besarnya  pengaruh  luas lahan,  biaya  produksi, dan  tenaga  kerja  terhadap  pendapatan petani  cabai  dengan  pola  tanam  tumpang  sari dan Monokultur.&#13;
Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa   rata-rata   pendapatan  yang  didapatkan petani     dari     usahatani     cabai     pola     tanam     monokultur    yaitu     sebesar     Rp&#13;
8.094.566,67/MT,  dan  perhektar   sebesar   Rp  70.184.104,0549/Ha/MT,  sedangkan pada  pola  tanam  tumpang  sari  rata-rata   pendapatan  petani   yang  diperoleh   adalah sebesar  Rp  11.616.466,67/MT  dan pendapatan  perhektar sebesar  Rp  104.968.072,30 /Ha/MT.  Dalam  hal  ini terdapat  perbedaan  pendapatan di  antara  kedua  pola  tanam tersebut,   dimana  pendapatan  pola   tanam    tumpang   sari   lebih   besar    dibandingkan pendapatan   pola    tanam     monokultur   dengan   perbedaan   pendapatan   sebesar   Rp 3.521.900/MT atau sekitar Rp 34.783.968,24/Ha/MT.Hasil   analisis  perbandingan  diperoleh  tcari   sebesar  4,889,  sedangkan  ttabel sebesar  1,75,  dengan   demikian  tcari&gt; tcari  dengan   taraf nyata  0,05  pada   tingkat kepercayaan  95  %.  Dengan   demikian  keadah  keputusan  terima   hipotesis  Ha  dan menolak  hipotesis  Ho  yang   berarti   bahwa   pendapatan  petani  cabai   pola   tanam tumpangsari   lebih   besar   dibandingkan     dengan   pendapatan   petani    pola    tanam monokultur.  Hasil  pengujian secara  serempak (uji  F) menunjukan bahwa  luas  lahan, biaya produksi, dan tenaga  kerja  berpengaruh nyata  terhadap pendapatan petani  cabai pola  tanam  tumpangsari  dan  pola  tanam  monokultur di  Kecamatan Pidie  Kabupaten&#13;
Pidie Berdasarkan   perhitungan    koofisien   determinasi    R2   pada    pola    tanam tumpangsari  diperoleh  nilai  koofisien  determinasi  sebesar R2 = 0,981  yang  berarti bahwa 98,1  % pendapatan usahatani  cabai  pola tanam  tumpangsari dipengaruhi  oleh faktor luas lahan  (X1), biaya  produksi (X2), dan  tenaga  kerja  (X3), sedangkan sisanya sebesar  1,9  %  dijelaskan oleh  faktor-faktor  lain  diluar  penelitian.  Sedangkan hasil perhitungan  koofisien  determinasi  R2  pada  pola  tanam  monokultur diperoleh nilai koofisien determinasi  sebesar   R2  = 0,988  yang   berarti   bahwa   98,8  % pendapatan usahatani cabai  pola tanam  monokultur dipengaruhi oleh faktor luas lahan (X1), biaya produksi  (x2), dan tenaga  kerja (x3), sedangkan sisanya  sebesar 1,2 % dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar  penelitian.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>85695</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-16 09:47:26</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-16 09:48:48</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>