<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="85671">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN MUTU DAN PEMASARAN EKSPOR KOMODITAS EMPING MELINJO DI KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nani Fauliza</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Emping  melinjo  adalah  jenis  makanan  ringan  yang  bentuknya   pipih  bulat dibuat  dari  biji  melinjo  yang sudah  tua.  Emping yang dijual  di pasaran  terdiri  dari 3 jenis  yaitu  emping  kecil  yang  terbuat  dari  satu  biji  melinjo,  emping   relatif besar (sedang)  yang  dibuat  dari  beberapa  biji  melinjo  yang  disatukan   dan  emping   besar yang  terbuat  dari  sekitar  25  sampai  30 biji melinjo  yang  dipipibkan  dan  disatukan. Namun  dari  ketiga  jenis  emping  ini,  emping  besar  merupakan  jenis emping   yang sering diekspor.&#13;
Penelitian  ini dilakukan  untuk mengetahui  mutu komoditas  emping  melinjo  di Kabupaten  Pidie, mengetahui  saluran  pemasaran  emping melinjo  di Kabupaten  Pidie dan  mengetahui   strategi  pemasaran   ekspor   emping   melinjo  di  Kabupaten  Pidie. Daerah   di  Kabupaten   Pidie  yang   dijadikan  tempat   penelitian    ini  adalah   daerah Beureuneun  dengan  menggunakan  22 responden  yang terdiri  dari 20 pengrajin dan  2 perusahaan   yaitu   UD  Araco   dan   UD   Adilla  Kedua   perusahaan    ini  merupakan pedagang  besar ekspor emping melinjo di Beureuneun.&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian   ini  menggunakan  tiga  jenis  analisis   yaitu   analisis   mutu   yang meliputi  analisis  kadar  air, kadar  abu,  dan  uji organoleptik   aroma,  rasa,  warna  dan penampakan. Basil  analisis  ini selanjutnya dibandingkan  dengan  syarat mutu  emping melinjo berdasarkan   SNI sehingga  didapat  kelas  mutu  dari  masing-masing sampel. Analisis   kedua  yang  digunakan   adalah   analisis   pemasaran   yang   meliputi   margin pemasaran  dan profit margin. Dalam hal ini, berdasarkan  saluran  pemasaran  yang ada didaerah    penelitian    dapat    diketahui    margin    pemasaran.    Analisis    ketiga    yang digunakan   dalam  penelitian   ini adalah  analisis  SWOT.  Analisis  SWOT  digunakan untuk    menghasilkan    strategi   apa    yang    akan    digunakan     perusahaan     dalam memanfaatkan   kekuatan   dan   peluang   yang   ada,   serta   mengatasi    ancaman   meminimalisasi    kelemahan  yang   ada.   Hal   ini   dapat   diketahui    dari   hasil   analisis internal  dan  eksternal   lingkun gan  perusah aan .  Selanjutnya dari  hasil  anali sis  tersebut dapat  ditentuk an koordinat po sisi  perusahaan .&#13;
&#13;
&#13;
Hasil   penelitian   menunjukkan   bahwa   nilai   kadar   air  emping   melinjo  yang diperoleh   dari   UD  Ara co  dan  UD   Adilla   masih   dalam   batas   yang  ditetapkan  yaitu masing-masing sebesar   6,71  % dan 6,69 %. Berdasarkan syarat  mutu emping  melinjo&#13;
SNI No.01-3712-1995,  nilai  kadar  air yang  telah  ditetapkan maksimal   adalah   12  % dan kadar abu maksimal 2 %. Nilai kadar abu dari masing-masing UD Araco  dan UD Adilla  adalah  1,35  % dan  1,32  %. Hasil uji  organoleptik menunjukkan bahwa  aroma, rasa,  wama  dan  penampakan dari  emping  melinjo UD  Araco  dan  UD  Adilla  dapat diterima  oleh  penelis,  hal  ini dapat  dilihat  dari  nilai  kesukaan penelis  yang  rata-rata berkisar diatas  3 sampai  diatas 4.&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan   hasil   penelitian   dapat    diketahui  juga bahwa  tipe  saluran pemasaran yang paling  menguntungkan pengrajio emping  melinjo adalah  Lipe saluran pemasaran I  yaitu dari pengrajin langsung  ke pedagang besar. Hal ini disebabkan oleb saluran  pemasaran yang  pendek  memungkinkan  para  pengrajin untuk  memperoleh margin pemasaran yang tinggi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dari hasil  analisis  SWOT,  posisi UD Araco  dan UD Adilla  sama-sama berada pada kuadran  I yaitu pada  tingkat pertumbuhan yang cepat.  Hal ini merupakan situasi yang menguntungkan, dimana  perusahaan memiliki peluang dan kekuatan. Altematif strategi  yang  sesuai adaJah growth oriented strategy dengan  penerapan strategi  yang mendukung kebijakan pertumbuhan agresif,  yaitu memperluas jaringan pemasaran.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>85671</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-15 15:22:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-15 15:22:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>