Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI SELADA SISTEM VERTIKULTUR DI DESA LAMBUNG KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Naidawati - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9951211600
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
NAIDAWATI Analisis Finansial Usahatani Selada Sistem Vertikultur di Desa Lambung ecamatan Meuraxa ota Banda Aceh" di bawah bimbingan Ir. M. Nassir Hawy, MS sebagai pembirnbing utama dan Agustina Arida, SP, M.Si sebagai pembimbing kedua.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan usahatani selada sistem vertikultur dani sudut finansial di Desa Lambung Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Adapun kegunaan penelitian ini adalah dalam rangka pelaksanaan tugas akhir dalam menyelesaikan studi untuk memenuhi kurikulum program sarjana pada Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala dan juga sebagai usaha untuk mengaplikasikan dan menambah wawasan dalam ilrnu pengetahuan di Bidang Sosial Ekonomi Pertanian. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat memberi infonnasi atau masukan bagi petani agar dapat meningkatkan pendapatan yang diperoleh dalam pengembangan selada. Penelitian ini dilakukan pada usahatani selada yang diusahakan oleb satu individu dengan sistem vertikultur, yang terletak di Desa Lambung Kecamatan Meuraxa Kotamadya Banda Aceh. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi hanya pada masaJah analisis finansial pada usahatani tersebut.
Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan analisis biaya dan manfaat dengan kriteria investasi yaitu: Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (NBCR), Internal Rate ofReturn (IRR), Break Even Point (BEP). Berdasarkan analisis di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa secara analisis finansial, usahatani selada sistem venikultur di Desa Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh dapat dilanjutkan hal ini dapat dilihat dari nilai NPV>0, yaitu Rp 357.798,59 NBCR > 1 yaitu 2,03 berarti setiap penambahan biaya sebesar Rp 1,00 akan memberikan hasil sebesar 2,03, IRR adalah 6,80 % dan BEP terjadi pada umur J 1 bulan 13 hari.
Secara analisis sensitivitas, usahatani selada sistem vertikultur di Desa Lambung Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh dapat dilanjutkan berdasarkan biaya naik 10% dan manfaat tetap dengan nilai NPV>0, yaitu Rp 189.260,48 NBCR > I yaitu 1,49 berarti setiap penambahan biaya sebesar Rp 1,00 akan memberikan basil sebesar 1,49, IRR adalah 3,80 % dan BEP terjadi pada umur 15 bulan 6 hari dan pada braya tetap dan manfaat turun I 0% diperoleh nla NPV>0, yaitu Rp 153.480,62 NBCR > 1 yaitu 1,44 berarti setiap penambahan biaya sebesar Rp 1,00 akan memberikan hasil sebesar 1,44, IRR adalah 3,60 % dan BEP terjadi pada umur 13 bulan 15 hari. Metode vertikultur ini sebaiknya diperkenalkan dan dibudidayakan oleb masyarakat luas dan perlu adanya pembinaan dan penyuluhan untuk memotivasi petani dalam melakukan usahatani secara vertikultur jika tidak mempunyai lahan. Selain itu, diperlukan pengembangan sistem bercocok tanam secara vertikultur pada jenis-jenis tanaman yang beragam.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH MEDIA TANAM DAN FREKUENSI PENYLRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SELADA (LACTUCA SATIVA L.) SISTEM VERTIKULTUR (Wahyuni Sari, 2024)
ANALISIS FINANSIAL PADA USAHATANI CENGKEH RAKYAT
DI DESA PAYA SENARA KECAMATAN SUKAKARYA
KOTA SABANG (Maimun Salem, 2013)
STUDI KOMPERATIF PENDAPATAN BEBERAPA USAHATANI SAYUR-SAYURAN DI DESA TANJUNG DEAH KECAMATAN DARUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR (Eka Priyanti, 2020)
ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI KAKAO (THEOBROMA CACAO LINN) SISTEM KEBUN CAMPURAN DI DESA KRUENG LALA KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE (Julinarwati, 2021)
OPTIMASI POLA TANAM USAHATANI SELADA DAN SAWI DI DAERAH PRODUKSI PADI (STUDI KASUS DESA LAM SEUNONG, KECAMATAN KOTA BARO, KABUPATEN ACEH BESAR) (Khalik Rahmad, 2020)