<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="85497">
 <titleInfo>
  <title>PROSPEK PENGEMBANGAN USAHATANI WORTEL DI KECAMATAN BUKIT KABUPATEN BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Abrar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nur Abrar &quot;  Prospek  Pengembangan  Usahatani  Wortel  Di  Kecamatan  Bukit Kabupaten   Bener  Meriah  &quot;  di  bawah  bimbingan     Bapak  Ir.  T.  Makmur,  M,Si. sebagai   pembimbing    utama   dan   Bapak   Ir.  M. Nassir   Hawy,  M. S. sebagai pembimbing   kedua.  Salah  satu  komoditi  pertanian  yang  kini  sedang  dikembangkan adalah  wortel  (Daucus carrota)   dimana  komiditi  ini  ternyata    memiliki  prospek yang  cukup  cerah  dan  produktif untuk  dikembangkan   sebagai   salah  satu  sumber pendapatan  petani, sehingga  merupakan  hal yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan  untuk  mengadakan   kajian dan  analisis  prospek  pengembangan usaha  dari aspek  finansial pada tanaman  wortel di Kecamatan  Bukit Kabupaten  Bener Meriah.Metode   yang  digunakan   pada   penelitian   ini  adalah   metode   survey.   Data primer diproleh melalui pengamatan  pengamatan dan wawancara  langsung dengan responden,  data  tersebut  kemudian  dipindahkan   dalam  bentuk  tabulasi  yang  sesuai dengan  kebutuhan   analisia.  Data  skunder  diproleh  dari  studi  kepustakaan,  instansi- instansi  pemerintahan,  jurnal-jurnal  dan  dari  studi  kepustakaan   yang  berhubungan dengan  penelitian.Model  analisis  yang  digunakan   adalah  analisis  finansial.  &#13;
digunakan    untuk    mendapatkan    gambaran    tingkat   kelayakan    usahatani.    Layak tidaknya  usaha  tersebut  dijalankan  dari  sisi  keuangan  biasanya  dapat  diketahui  dari Return  Of Invesment (  ROI)  yang  di  hitung  berdasarkan   keahlian  evaluasi  proyek. Nilai  ROI  merupakan   nilai  keuntungan  yang  diproleh  pengusaha  dari  setiap jumlah&#13;
uang  yang di  investasikan dalam  priode  waktu  tertentu. Selain  ROI juga digunakan Analisis   Benefit  Cost  Ratio  (B/C).  Nilai  B/C  lebih  besar  dari 1 maka  usaha  yang direncanakan  itu  prospek   untuk  dikembangkan,  dan  dalam   analisis   finansial  juga digunakan   kriteria  investasi  Break  Event  Point  (BEP).  BEP  merupakan saat  dimana &#13;
total  penghasilan yang diterima sama dengan  pembiayaan total.Dari analisis  ROI  diproleh   174, jadi  setiap  penanaman   modal  usaha  Rp  1,00 akan akan memberikan keuntungan  174 % ini berarti usahatani wortel prospek dikembangkan dan menguntungkan.&#13;
Dari analisis  B/C diperoleh   2,74  ini  berarti  sesuai  dengan  hipotesis, dimana jika  BC lebih besar dari  satu,  maka  prospek  dikembankan.   Jadi,  setiap  penanaman biaya Rp 1    akan  memberikan keuntungan sebesar  Rp 2,74  ini  berarti  usahatani  wortel ini  layak untuk dilaksanakan dan menguntungkan .Dari  hasil analisis  BEP,  usahatani wortel di daerah  penelitian mencapai  titik impas  (BEP)   atau   suatu  titik  tidak  untung   dan   tidak   rugi   pada   saat   biaya   dan penerimaan   mencapai  nilai  Rp. 3.054.462  bearti jumlah penerimaan   usahatani  dapat menutupi  biaya  produksi  yang  dikeluarkan dan  pada  saat  produksi  wortel  mencapai 2.545.5  Kg dan  pada  saat  harga  wortel  Rp 437,69/Kg.  Hal  ini  menunjukkan bahwa analisis  ini  sesuai  dengan  hipotesis,  artinya  hipotesis  dapat diterima.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>85497</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-14 15:05:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-14 15:05:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>