<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="85410">
 <titleInfo>
  <title>POLEMIK BIROKRASI DALAM KAITAN JAMINAN SOSIAL PADA KOMUNITAS MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NAZRUL KHALID INDRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Nazrul  Khalid  Indra &quot; Polemik  Birokrasi Dalam Kaitan  Jaminan Sosial Pada  Komunitas  Masyarakat Pesisir Di Kecamatan  Syiah Kuala  Kota Banda Aceh&quot;.  Dibawah  bimbingan Bapak Ir. Mulizar MS, SH, M.Si. selaku pembimbing utama dan Bapak. Ir. T. Makmur,  M.Si sebagai pembimbing kedua.&#13;
Permasalahan   yang  diangkat  dalam  penelitian ini  adalah  Apakah mekanisme  birokrasi  di Kecamatan   Syiah  Kuala  sudah  sesuai  dengan  prosedur dan harapan  masyarakat,  bagaimana  proses  terjadinya  polemik  birokrasi  dalam komunitas  masyarakat  pesisir di kecamatan  Syiah Kuala, dan hambatan-hambatan apa saja yang dihadapi dalam mekanisme birokrasi di Kecamatan Syiah Kuala. Penelitian   ini  dilakukan   dengan   tujuan   untuk mengetahui    dan   menjelaskan mekanisme  birokrasi  yang  berjalan,  proses  terjadinya polemik  birokrasi, dan hambatan-hambatan yang  terjadi  dalam  mekanisme  birokrasi  di  Kecamatan Syiah Kuala.&#13;
Penelitian   ini  dilakukan   di   Kecamatan   Syiah   Kuala   Kota   Banda   Aceh dengan    mengambil    sebuah    desa    yang   kemudian    dijadikan   sample   untuk  mengambil  informan  berikut  tanggapan  tentang  birokrasi dari  informan  tersebut. Penentuan   lokasi  penelitian   dilakukan   secara   sengaja  (  Purposive  sampling  ) dengan  pertimbangan   bahwa  daerah  tersebut  memiliki  daerah  pesisir  yang  luas disamping   pertimbangan   kepada  jumlah  gampong   (desa)  tertinggal,  penduduk miskin,  dan kebutuhan  masyarakat  yang  relatif terbatas, juga didasarkan  kepada masih   tingginya    intensitas   keperluan   masyarakat   terhadap   lembaga-lembaga birokrasi di daerahnya.&#13;
Umumnya  warga asli Kecamatan  Syiah Kuala tidak  mendapatkan kesulitan dalam pengurusan KTP. Kemudahan  dalam syarat-syarat  dan kedekatan dengan perangkat desa memudahkan  proses tersebut. Namun lain halnya dengan warga pendatang  yang  merasa  kesulitan  dalam  pembuatan  KTP.  Syarat-syarat  yang cukup  banyak,  belum  adanya  hubungan  yang  dekat  dengan  perangkat  desa ditambah lagi dengan kantor  desa yang sering tutup membuat warga pendatang merasa kewalahan.Di Kecamatan Syiah Kuala masih terdapat sebagian masyarakat miskin yang tidak mendapatkan Jaminan Kesehatan Masyarakat kerena berbagai sebab seperti, tidak   adanya   musyawarah   antar   sesama   pengurus   desa   dalam   penetapan Jamkesmas, lemahnya koordinasi sesama perangkat desa, dan tidak adanya transparansi  dalam penetapan warga yang memperoleh Jamkesmas di tambah lagi bahwa  keputusan  penetapan   Jamkesmas  hanya  berada  ditangan  kepala  desa semata tanpa harus mempertimbangkan saran dari pihak-pihak lain.&#13;
Rumitnya syarat-syarat yang harus dipenuhi pemohon untuk membuat sertifikat tanah demi keabsahan hukum menjadi sebuah polemik yang tanpa ujung dimana  belum adanya  syarat  substitusi  seandainya  syarat utama  sulit dipenuhi oleh pemohan,  lamanya waktu pengurusan juga menjadi kendala sekunder yang dihadapi pemohon,  ditambah  lagi dengan besarnya biaya pengurusan  yang bagi sebagian masyarakat dirasakan terlalu berat. Berdasarkan kenyataan tersebut diharapkan  keberadaan  Badan  Pertanahan  Kota Banda Aceh  untuk dapat  lebih memudahkan masyarakat dalam usaha mendapatkan sertifikat tanahnya.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>85410</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-14 09:31:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-14 09:32:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>