PENERAPAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK MENGANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI INDONESIA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENERAPAN REGRESI LOGISTIK ORDINAL UNTUK MENGANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI INDONESIA


Pengarang

NURIN GHASSANI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1508108010028

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan alat ukur yang digunakan pemerintah untuk mengukur keberhasilan pembangunan di suatu kabupaten/kota dalam upaya membangun kualitas hidup masyarakat. IPM dikategorikan menjadi empat kategori yaitu: IPM rendah (IPM < 60), IPM sedang (60 ? IPM < 70), IPM tinggi (70 ? IPM < 80), dan IPM sangat tinggi (IPM ? 80. Terdapat tiga dimensi utama dalam pengukuran IPM yaitu dimensi kesehatan diukur berdasarkan angka harapan hidup (AHH), dimensi pendidikan diukur berdasarkan harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS), dan dimensi ekonomi diukur berdasarkan pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Berdasarkan pengukuran tersebut didapatkan bahwa pembangunan manusia di kabupaten/kota di Indonesia relatif tidak merata dan terjadi kesenjangan yang cukup tinggi, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor lain yang memengaruhi IPM di kabupaten/kota di Indonesia dengan menggunakan model dari metode regresi logistik ordinal. Regresi logistik ordinal yaitu suatu pendekatan pemodelan matematika yang dapat digunakan untuk menggambarkan hubungan beberapa variabel independen terhadap variabel dependen dengan lebih dari dua kategori yang berskala pengukuran ordinal atau tingkatan. Model regresi logistik ordinal yang digunakan dalam penelitian ini adalah propotional odds model atau biasa dikenal dengan cumulative logit model. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa terdapat 3 model IPM yang diperoleh dengan 6 faktor (variabel independen) yang memengaruhi IPM sebagai berikut: jumlah sarana kesehatan (X2) yang tergolong dalam dimensi kesehatan, angka buta huruf (X3) dan angka partisipasi sekolah (X4) yang tergolong dalam dimensi pendidikan, persentase penduduk miskin (X6), PDRB per kapita (X7), dan tingkat pengangguran terbuka (X9) yang tergolong dalam dimensi ekonomi.

Kata Kunci: IPM, regresi logistik ordinal

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK