<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="85287">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PERBANDINGAN KEUNTUNGAN USAHATANI BERDASARKAN POLA TANAM ANTARA HORTIKULTURA DAN TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muliana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Muliana (0705102010040), dengan judul  skripsi  &quot;Analisis Perbandingan Keuntungan Usahatani Berdasarkan Pola Tanam Antara Hortikultura  Dan Tanaman Pangan Di Kecamatan Lembah  Seulawah Kabupaten  Aceh Besar&quot;. Penelitian    ini   dibimbing    oleh   Ibu   Dr.  Ir.   Suyanti    Kasimin,    M.Si   selaku pembimbing utama  dan Bapak  Dr. Ir. Romano,  MP selaku pembimbing  kedua.&#13;
Petani   merupakan    orang   yang   menggantungkan  hidupnya   pada   lahan pertanian  sebagai  mata  pencahariannya.  Petani  pada  umumnya  menguasai   lahan yang relatif sempit,  sehingga  keuntungan dari satu jenis tanaman  saja sering  tidak mencukupi  kebutuhan  dasar  rumah  tangga.  Oleh  karena  itu,  mereka  menerapkan pola  tanam   tumpangsari/polikultur;  yaitu   pola  pertanian   dengan   banyak  jenis tanaman   pada  satu  bidang  lahan.  Petani  di  Kecamatan Lembah  Seulawah  juga menerapkan pola  tanam  tumpangsari/polikultur untuk  meningkatkan keuntungan dari hasil usahatani  mereka yang lahannya  sempit.Permasalahan  dalam  penelitian  ini ada  2 yaitu  : a)  Berapa  besar  tingkat keuntungan  yang diterima petani yang menerapkan pola tanam hortikultura- hortikultura,   pola  tanam  pangan-pangan dan  pola  tanam  campuran  (hortikultura pangan)  di Kecamatan  Lembah  Seulawah  Kabupaten Aceh Besar. b) Kendala  apa saja yang dihadapi  oleh petani  pada masing-masing pola tanam.Penelitian   ini bertujuan  untuk  :  a) Untuk  mengetahuitingkat keuntungan yang diterima petani yang menerapkan pola tanam hortikultura-hortikultura, pola tanam pangan-pangan dan pola tanam campuran (hortikultura-pangan diKecamatan  Lembah   Seulawah   Kabupaten   Aceh   Besar.   b)  Untuk   mengetahui kendala yang dihadapi  oleh petani pada masing-masing pola tanam.Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan  dengan cara pengamatan  langsung ke lapangan (observasi),  wawancara  dan pengumpulan data sekunder.   Penentuan    lokasi    penelitian    dilakukan   secara   sengaja   (Purposive Sampling)   dengan   pertimbangan  bahwa   daerah   tersebut   terdapat   petani   yang menanam  tanaman  hortikultura dan pangan  yang  menerapkan   pola  tanam hortikultura-hortikultura, pola tanam pangan-pangan dan pola tanam campuran (hortikultura-pangan).  Pengambilan sampel  petani  dilakukan  dengan  cara  Cluster Random Sampling.  Model  analisis  yang digunakan dalam  penelitian  ini  ada 2 :  a)Untuk  tujuan  pertama   menggunakan  analisis   kuantitatif dengan   menggunakan analisis  keuntungan  serta rumus analisis ragam (ANOVA). b) Untuk tujuan kedua menggunakan analisis  deskriptif.&#13;
Hasil  penelitian   menunjukkan  bahwa: a)  Keuntungan  yang  diperoleh  oleh petani  yang  terbesar  diperoleh oleh  usahatani  yang  menerapkan   pola  tanam  P-P dengan  komoditi  yang  dipilih  untuk  ditumpangsarikan adalah  tanaman  ubi kayu ubi jalar sebesar  Rp 27.473.396,-/Ha/MT, keuntungan  kedua diperoleh  oleh petani yang    menerapkan    pola    tanam    H-H  dengan    komoditi    yang   dipilih    untuk tumpangsari   adalah  tanaman  pisang-bengkuang sebesar  Rp  13.716.761,-/Ha/MT dan keuntungan  terendah  diperoleh  oleh petani  yang menerapkan  pola tanam  H-P dengan    komoditi   yang   dipilih   untuk   tumpangsari    adalah   tanaman    jagung bengkuang  sebesar  Rp  4.459.699,-/Ha/MT.  Hal  ini juga terbukti   dari  hasil  uji analisis  ragam  (ANOVA),  dimana  Fhitung &gt; Ftabel (10,1  &gt; 3,42).   b) Kendala  yang  di dihadapi  oleh  petani  yang  menerapkan   pola  tanam  P-P  dan  H-P  adalah modal,  hama  atau  penyakit,  harga jual,  sulitnya  mendapatkan   pembayaran  dari pedagang  pengumpul   dan  iklim,  khusus  pola  tanam  P-P  iklim  tidak  menjadi kendala karena  tanaman  ubi  kayu-ubi jalar  dapat tumbuh  disemua jenis tanah dan iklim.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>85287</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-10 15:37:42</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-10 15:38:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>