<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="85095">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN SISTEM PENETAPAN UPAH BURUH DI INDONESIA DENGAN SISTEM PENETAPAN UPAH BERDASARKAN PRINSIP ISLAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Baiturridwan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>&quot;PERBANDINGAN SISTEM   PENETAPAN  UPAH  BURUH  DI  INDONESIA  DENGAN  SISTEM PENETAPAN  UPAH BERDASARKAN PRINSIP ISLAM&quot;  merupakan usaha yang dilakukan oleh penulis untuk melihat bagaimana sistem penetapan upah yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia dengan sistem penetapan upah menurut Islam, dalam hal ini berguna juga sebagai  kontribusi positif bagi  perbaikan sistem penetapan upah buruh, hal ini dilakukan karena masih adanya ketidakadilan dalam penetapan upah  minimum.  Untuk  dapat  merealisasikan  maksud  diatas,  maka  penulis  menggunakan  metode penelitian    kepustakaan  (library  research) dan  menganalisanya  setelah  mendeskripsikan  secara menteil.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan, bahwa system penetapan upah minimum di Indonesia  belum  dapat  menjamin  kelayakan  hidup  dan  kesejahtraan  pekerja,  bahkan belum  dapat memenuhi  kebutuhan  primer. Sistem terserbut di atas yang didasarkan pada Undang - undang Nmor :14 Tahun 1969 Tentang Ketentuan - ketentuan  Pokok Tenaga Kerja dan Peraturan  Pemerintah Nomor :8 Tahun  1981 Tentang  perlindungan  upah serta  peraturan  lainnya.  Masih  mengandung  kelemahan secara spesifik dalam masalah sanksi  pidana sebagai pengawasan terhadap pelanggaran pembayaran upah minimum.Sistem pengupahan tersebut sangat bertentangan dengan prinsip dasar islam yang mengutamakan  keadilan.  Pemenuhan  kebutuhan  primer  adalah solusi  ideal  yang ditawarkan  islam. Namun  karena penetapan  upah minimum  dalam  Islam  masih bersifat  kualitatif,  maka perlu  disusun suatu system  penetapan upah minimum  secara kuantitatif,untuk dijadikan standar pengupahan yang memenuhi prinsip yang dimaksud oleh agama Islam.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>85095</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-12-08 10:11:37</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-12-08 10:12:16</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>