Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMETAAN DAERAH RAWAN KONFLIK MANUSIA DENGAN GAJAH (STUDI KASUS: KECAMATAN TANGSE KABUPATEN PIDIE)
Pengarang
Fadel Ariefa - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1408107010004
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Informatika (S1) / PDDIKTI : 55201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Gajah Sumatera ditetapkan dalam kategori satwa yang terancam hampir punah karena populasinya di ekosistem yang terus menurun. Hal ini disebabkan karena konflik manusia dengan gajah yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa faktor-faktor yang berkorealsi terhadap kerawanan konflik manusia dengan gajah, sehingga dapat dipetakan daerah rawan konflik manusia dengan gajah di Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie. Dalam menganalisa faktor-faktor yang berkorelasi terhadap kerawanan konflik digunakan beberapa variabel yaitu NDVI, ketinggian, kelerengan, jarak kejadian dari jalan, jarak kejadian dari sungai, jarak kejadian dari pemukiman, jarak kejadian dari hutan, jarak kejadian dari perkebunan, jarak kejadian dari sawah dan jarak kejadian dari jelajah gajah. Titik konflik gajah di gunakan untuk mendapatkan sebaran konflik pada setiap faktor kerawanan konflik yang di analisis. Pada tahap analisis menggunakan metode korelasi Rank Spearman, dimana variabel yang digunakan adalah jumlah titik konflik dan kategori pada setiap faktor yang berkorelasi terhadap kerawanan konflik manusia dengan gajah. Hasil yang di dapat setelah di analisis dengan metode korelasi Rank Spearman adalah terdapat 6 variabel yang berkorelasi terhadap terjadinya konflik gajah yaitu, ketinggian, jalan, hutan, pemukiman, perkebunan, dan jelajah gajah. Sedangkan variabel yang tidak berkorelasi terhadap terjadinya konflik gajah ada 4 variabel yaitu NDVI, kelerengan, sungai, dan sawah.
Kata Kunci: gajah, korelasi, konflik manusia dengan gajah, korelasi rank spearman
Tidak Tersedia Deskripsi
MITIGASI KONFLIK MANUSIA DAN GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS) DI KECAMATAN SAKTI KABUPATEN PIDIE (SALSABILA DARA FONNA, 2024)
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP KONFLIK GAJAH DAN MANUSIA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS(SIG), (STUDI KASUS : KECAMATAN TANGSE, KABUPATEN PIDIE) (Intan Rahmatillah, 2020)
IDENTIFIKASI MISKONSEPSI MASYARAKAT TERHADAP MASALAHRNKONFLIK GAJAH DAN MANUSIA DI KECAMATAN MILARNKABUPATEN PIDIE (Hadianur, 2022)
ANALISIS TINGKAT RISIKO KONFLIK GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS TEMMINCK, 1847) DENGAN MANUSIA DI KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE (RISA RAHMAWATY, 2021)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONFLIK GAJAH DAN MANUSIA BERDASARKAN INTENSITAS KONFLIK DI DESA SEUMANAH JAYA, KABUPATEN ACEH TIMUR (Nur Azizah, 2022)