<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8481">
 <titleInfo>
  <title>PERENCANAAN SIMPANG BERSINYAL AMD BATOH,RNKOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rizky Permana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Simpang AMD merupakan salah satu persimpangan yang berada pada wilayah Banda Aceh. Simpang ini terdiri dari lima lengan dengan pengaturan lampu lalu lintas 5 fase, dimana  pada arah Utara ialah Jalan Prof.DR. Muhammad Hasan (dari arah simpang Surabaya), arah Selatan ialah Jalan Prof.DR. Muhammad Hasan (dari arah terminal), arah Timur ialah Jalan AMD (dari arah Lamlagang), arah Barat ialah Jalan AMD (dari arah Lemabah Hijau), dan dari arah Timur Laut  ialah Jalan Kampus Unmuha.  Arus lalu lintas dari salah satu lengan yaitu Jalan Kampus Unmuha yang menimbulkan konflik mengakibatkan terganggunya lalu lintas pada lengan lain. Kondisi ini karena pengaturan waktu hijau yang kurang baik sehingga membentuk pola pergerakan kendaraan (keluar dan masuk). Alternatif yang ingin diterapkan adalah dengan merancang geometrik simpang dan merubah lampu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang simpang menjadi empat fase dengan mengubah geometrik pada lengan Jalan kampus menjadi satu arah yaitu belok Kiri langsung (LTOR). Pengambilan data lapangan dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari Senin, Kamis dan Sabtu  pada jam pagi pukul 07.00-09.00 WIB, siang 12.00-14.00 WIB, dan sore 17.00-19.00 WIB  dengan mengamati jumlah dan pergerakan  kendaraan, geometrik persimpangan dan kondisi sinyal. Volume lalu-lintas tersebut kemudian diolah dan selanjutnya dianalisis menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untuk mendapatkan parameter kinerja persimpangan bersinyal berupa kapasitas, derajat kejenuhan (DS) dan tundaan. Hasil perhitungan setelah dilakukan perubahan fase dan geometrik simpang menunjukkan bahwa nilai derajat kejenuhan (DS) pada tiap-tiap pendekat Utara, Selatan, Timur dan Barat lebih kecil yaitu masing-masing sebesar 0,73. Tundaan rata-rata (D) pada lengan Utara (U) sebesar 53,1 det/smp pada lengan Selatan (S) sebesar 53,5 det/smp pada lengan Timur (T) sebesar 70,0 det/smp, pada lengan Barat (B) sebesar 76,8 det/smp, dan waktu siklus yang disesuaikan ialah 134 detik.&#13;
&#13;
Kata kunci : simpang bersinyal AMD, kapasitas, derajat kejenuhan dan tundaan&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>TRANSPORTATION ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INTERSECTIONS (ROADS) - ENGINEERING - DESIGN</topic>
 </subject>
 <classification>625.725</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>8481</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-08-18 23:52:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-11 09:30:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>