IDENTIFIKASI FAKTOR — FAKTOR PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI FAKTOR — FAKTOR PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

ABIZAR HAMZAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604101010132

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Proyek konstruksi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang sangat komplek dan merupakan salah satu sektor pekerjaan yang memiliki risiko tinggi. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) konstruksi merupakan suatu hal yang harus dilakukan oleh para stakeholder yang terlibat pada suatu proyek konstruksi untuk mengurangi risiko kecelakaan yang te adi, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan perencanaan biaya dan waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penerapan SMK3 dan mengidentifikasi faktor SMK3 dominan yang diterapkan dalam pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Banda Aceh. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 35 perusahaan, sedangkan data sekunder berupa daftar nama-nama perusahaan kontraktor di Kota Banda Aceh yang terdaftar sebagai anggota LPJK (Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi) 2019. Hasil persentase yang didapat pada setiap faktor penerapan SMK3 pada penelitian ini, yaitu : perencanaan 89,05%, operasional 87,62%, peraturan dan prosedur 84,71%, komunikasi dan informasi 83,86%, peralatan dan mesin 87,86%, sosialisasi dan pelatihan 79,11%, dan evaluasi kinerja 83,33% . Skor tertinggi dan menjadi faktor SMK3 yang paling dominan diterapkan yaitu faktor Perencanaan dengan skor rata-rata sebesar 89,05%. Hasil tersebut menunjukan bahwa penerapan SMK3 selalu dilakukan oleh kontraktor di Kota Banda Aceh.

Kata Kunci : Proyek Konstruksi, SMK3 Konstruksi, Kota Banda Aceh

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK