Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
STUDI PENGGUNAAN JALAN ALTERNATIF TERHADAP BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (STUDI KASUS PADA JL. BERINGIN DAN JALAN ANGSA MENUJU JL. DR. MR. M. HASAN BATOH KOTA BANDA ACEH)
Pengarang
Haris Munandar - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0704101020078
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
625.723
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Simpang AMD merupakan salah satu simpang yang ada di Kota Banda Aceh. Untuk menuju simpang AMD baik dari arah Pango (kawasan Ulee Kareng) maupun dari arah Pagar Air dapat menggunakan beberapa jalan alternatif seperti Jalan Beringin, Jalan Angsa dan Jalan Simpang Surabaya. Jalan Beringin merupakan salah satu jalan alternatif di Kota Banda Aceh yang menghubungkan antara Jalan Tgk Imuem Lueng Bata – Jalan Ir. Mohd. Thaher – Jalan AMD – Jalan DR. Mr. M. Hasan untuk dapat menuju kawasan Kota Baru dan juga ke Terminal Batoh. Penggunaan jalan tersebut sebagai jalan alternatif dapat menghemat Biaya Operasional Kendaraan (BOK) dan dapat menghemat waktu perjalanan daripada penggunaan jalan utama yang melewati Jalan Tgk Imuem Lueng Bata – Jalan Angsa – Jalan DR. Mr. M. Hasan dan berpotongan dengan Jalan AMD. Jalan Beringin yang melewati pemukiman penduduk sebagai jalan alternatif masih banyak belum diketahui oleh masyarakat. Biaya Operasional Kendaraan (BOK) pada jalan alternatif untuk kendaraan ringan (LV) adalah sebesar Rp. 4.157.660.980/tahun, kendaraan berat (HV) sebesar Rp..30.450.490/tahun, sedangkan pada jalan utama untuk kendaraan ringan (LV) adalah sebesar Rp..12.260.316.968/tahun, dan kendaraan berat (HV) sebesar Rp..232.460.287/tahun. Besar Keuntungan Biaya operasional Kendaraan (BKBOK) untuk kendaraan ringan (LV) sebesar Rp. 5.665/kendaraan, dan kendaraan berat (HV) sebesar Rp..6.373/kendaraan. Hasil perhitungan diperoleh nilai waktu kendaraan pada jalan alternatif untuk kendaran ringan (LV) sebesar Rp. 59.548.312/tahun dan kendaraan berat (HV) sebesar Rp. 563.735/tahun. Sedangkan pada jalan utama untuk kendaraan ringan (LV) sebesar Rp..148.440.051/tahun dan kendaraan berat (HV) sebesar Rp.4.429.348/tahun. Berdasarkan hasil yang didapat, menunjukkan bahwa penggunaan jalan alternatif memberi manfaat dapat mengurangi volume lalu lintas, dan biaya operasional kendaraan pada ruas jalan utama.
Kata kunci : Biaya Operasional Kendaraan, Nilai Waktu, Jalan Alternatif
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PADA RUAS JALAN HASAN SALEH KOTA BANDA ACEH (Sawal Suganda, 2017)
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN MOBIL PENUMPANG PADA RUAS JALAN SYIAH KUALA BANDA ACEH (Sidratul Muntahar, 2016)
ANALISIS PENGARUH PENERAPAN KONSEP GREEN ROADS TERHADAP MANAJEMEN LIMBAH PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN DI KOTA BANDA ACEH (FAJRI PUTRA UTAMA, 2018)
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN DAN BIAYA WAKTU PADA JALAN ALTERNATIF MENDALE – SIMPANG KRAFT KABUPATEN ACEH TENGAH (Eka Satrya Putra, 2014)
EVALUASI KINERJA JALAN ( STUDI KASUS JALAN TEUKU MUHAMMAD HASAN KOTA BANDA ACEH ) (ILHAM AKBAR, 2014)