Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
MEKANISME PENYESUAIAN DIRI REMAJA KORBAN PERCERAIAN ORANG TUARN(STUDI KASUS DI SMP NEGERI 1 PEUKAN BADA)
Pengarang
WAHDINI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1006104030015
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Bimbingan dan Konseling (S1) / PDDIKTI : 86201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
370.15
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci : Mekanisme penyesuaian diri remaja, perceraian
Perceraian dan perpisahan yang dilakukan orang tua untuk mengakhiri hubunganya menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada cara remaja berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Pentingnya penyesuaian diri ini, ketika remaja berada dalam situasi dan lingkungan yang baru demi terciptanya hubungan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyesuaian diri remaja korban perceraian orang tua terhadap lingkungannya dan apa yang akan dialami remaja yang orang tuanya bercerai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang berusaha untuk menggambarkan atau melukiskan objek yang akan diteliti berdasarkan fakta yang ada di lapangan. Sedangkan subjek penelitian ini adalah tujuh remaja dengan kategori usia 12/15 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan mekanisme penyesuaian diri remaja korban perceraian orang orangtua (Stusi kasus di SMP N 1 Peukan Bada) sudah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan, mampu menerima kenyataan, penerimaan terhadap dirinya, merasa aman, bertanggung jawab atas dirinya, mampu berpikir logis, mampu mengontrol diri, memilki interaksi yang baik dengan orang lain, aktif dalam berorganisasi, tidak menghindar dari keramaian, memiliki prestasi yang baik, tidak ragu dalam bertindak serta percaya diri. Dari hasil penelitian diharapkan agar setiap remaja mampu mengatasi problematika yang muncul pada saat orangtuanya bercerai, untuk itu perceraian bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan karena remaja masih bisa menjalani perkembanganya sama seperti remaja lainya.
Tidak Tersedia Deskripsi
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA REMAJA DI PESANTREN BANDA ACEH (Siti Dewi Syahrina, 2017)
HUBUNGAN WELAS ASIH DIRI DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA DEWASA AWAL KORBAN PERCERAIAN ORANG TUA (Farah Nadia, 2024)
PERBEDAAN KEBAHAGIAAN PADA REMAJA KORBAN PERCERAIAN DI BANDA ACEH DITINJAU DARI JENIS KELAMIN (Fathur Rahmi, 2015)
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA (TEUKU FEBRYAN TAZRIN, 2026)
HUBUNGAN ANTARA KELEKATAN ORANG TUA DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA YANG MERANTAU (, 2025)