Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBANGUNAN PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT SUPER MINI DI KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Pengarang
Adhwir - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0205102010002
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Agribisnis (S1) / PDDIKTI : 54201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Adhwir, "Analisis Kelayakan Usaha Pembangunan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Super Mini di Kabupaten Aceh Barat Daya" di bawah bimbingan Bapak Ir. M. Nassir Hawy, M.S sebagai pembimbing pertama dan Ir. M. Nasir abdussamad, M.Si sebagai pembimbing kedua.
Penelitian ini bertujuan mengadakan kajian ilmiah tentang analisis kelayakan usaha pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit super mini di Kabupaten aceh 8arat Daya. Adapun permasalahan yang dilihat adalah apakah usaha pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit super mini di Kabupaten Aceh Barat Daya layak diusahakan ditinjau dari aspek teknis dan finansial. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Barat Daya dengan ruang lingkup penelitian dibatasi hanya pada analisis biaya dan manfaat pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit super mini di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Data yang diperlukan untuk analisis adalah data yang berkaitan dengan produksi tandan buah segar (TBS), biaya-biaya yang diperlukan untuk pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi minyak CPO dan Kernel. Data ini bersumber pada beberapa instansi pemerintahan, swasta maupun pusat penelitian kelapa sawit di Medan yang meliputi data primer dan sekunder, data primer yaitu data yang di peroleh langsung dari Dinas Pertanian dan Perkebunan setempat dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung dengan pimpinan dan kepala bagian. Data sekunder diperoleh dari instansi-instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini baik instansi pemerintahan, swasta maupun perpustakaan . Pengujian hipotesis dilaku.kan menggunakan anaJisis biaya dan manfaat melalui kriteria investasi sebagai berikut : Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate ofReturn (IRR), Break Event Point (BEP).
Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan pabri.k pengolahan kelapa sawit super mini di Kabupaten Aceh Barat Daya layak untuk diusaha.kan bila ditinjau dari aspek teknis, finansial dan anaJisis sentivitas, hal ini dapat dilihat dari nilai NVP > 0, yaitu sebesar Rp. 3.928.003.217, Net B/C> I, yaitu 5,20. IRR
> 18 %, yaitu 115,65 %, BEP < dari umur ekonomis yaitu 6 tahun 8 bu)an 6 hari. Dengan menggunakan analisis sensivitas yaitu biaya operas ional naik 10 %, manfaat tetap diperoleh NPV Rp. 2.056.331.539, Net 8/C 3,00, IRR 67,32 %, BEP 8 tahun dan biaya operasioanal tetap, manfaat turun 10 % diperoleh NVP Rp. 1.663.531.217, Net B/C 2,78, IRR 61,32, BEP 8 tahun 2 bu Ian 19 hari. Dari analisis sentivitas di atas terlihat bahwa usaha pembangunan pabrik pengolahan kelapa sawit super mini di Kabupaten Aceh Barat tetap laya.k diusaha.kan . Sehubungan dengan hal tersebut maka hipotesis yang diturunkan dapat diterima kebenarann ya.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISA KELAYAKAN TEKNIK DAN EKONOMI PABRIK KELAPA SAWIT MINI KAPASITAS I -2 TON TBS/JAM DI KABUPATEN BIREUEN (ZAIRI YURIADI, 2024)
ANALISIS BIAYA DAN MANFAAT PEMBANGUNAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) PT.KALLISTA ALAM PERKEBUNAN SUAK BAHUNG DI KABUPATEN NAGAN RAYA (Zunia Novita.Z, 2021)
ANALISIS POLA PRODUKSI DAN KELAYAKAN PEMBANGUNAN PABRIK KELAPA SAWIT DI PANTAI BARAT ACEH (Aswin Nasution, 2016)
EVALUASI KELAYAKAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) PT. FAJAR BAIZURY & BROTHERS DI KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA (SUDIRMAN, 2014)
PRARANCANGAN PABRIK PAPAN PARTIKEL DARI TANDAN RNKOSONG KELAPA SAWIT DAN POLYESTER DENGAN RNKAPASITAS PRODUKSI 125.000 TON/TAHUN (FEBRIAN KURNIAWAN, 2022)