Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI KELAYAKAN PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN NAGAN RAYA
Pengarang
ADI MUNAWAR - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0151210001
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Adi Munawar, "Studi Kelayakan Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Nagan Raya". Dibawah bimbingan Bapak Ir. Azhar A. Gani, M.Sc sebagai pcmbimbing perta.ma dan Dr. Ir. Agussakti, MS sebagai pembimbing kedua.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Program Revitalisasi Perkebunan Sawit Rakyat di Kabupaten Nagan Raya ditinjau dari aspek finansial. PengumpuJan data dilakukan melalui wawancara dengan petani di desa sampel dan dokumentasi terhadap aliran kas program tersebut. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan kriteria kelayakan investasi, meliputi net present value (NPV), net benefit cost ratio (net B/C Ratio), internal rate of retum (IRR), dan break event point (BEP).
Hasil penelitian dan pengolahan data menunjukkan, net present value (NPV) sebesar Rp. 107,095,560.61 > 0, Net BC ratio sebesar 5,4228> 1, !RR sebesar 30,83% > SOCC sebesar I 0%, dan BEP selama 8 tahun 3 bulan 28 hari. Selanjutnya hasil analisis sensitivitas dengan asumsi biaya naik 10% benefit tetap menghasilkan nilai NPY sebesar Rp. 103,288,126.89, Net BC Ratio sebesar 5,2655, internal rate of return (IRR) sebesar 30,64%, dan BEP setelah 8 tahun,7 bulan, 18 hari jalannya usaha. Karena NPV > 0. Net BC Ratio > 1, r RR > SOCC yang hanya disyaratkan 10%. dapat disimpulkan bahwa sekalipun terjadi kenaikan total cost sebesar 10%, maka usaha perkebunan sawit rakyat di Kebupaten Nagao Raya masih layak untuk diusahakan. Hasil analisis sensitivitas dengan asumsi benefit turun 10% biaya tetap menghasilkan nilai NPV sebesar Rp. 90,157,129.43, Net BC Ratio sebesar 4.7233, internal rate of return (IRR) sebesar 30,16%, dan BEP setelah 9 tahun, 9 bulan 14 hari jalannya usaha. Karena NPV > 0, Net BC Ratio > I, IRR> SOCC yang hanya disyaratkan 10%, disimpulkan bahwa sekalipun terjadi penurunan benefit sebesar 10%, maka usaha perkebunan sawit rakyat di Kebupaten Nagan Raya masih layak untuk diusahakan. Dengan demikian jelaslah bahwa Program Revitalisasi Perkebunan Sawit Rakyat di Kabupaten Nagan Raya sangat layak bila ditinjau dari aspek finansial.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS KELAYAKAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI KABUPATEN NAGAN RAYA (Widiya Astuti, 2020)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SUB SEKTOR PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH (Muji burrahmat, 2018)
POPULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULAR (FMA) DI RIZOSFER KELAPA SAWIT (ELAEIS GUINEENSIS JACQ.) PADA PERKEBUNAN RAKYAT DAN PT. KALISTA ALAM DI KAWASAN RAWA TRIPA (Maulidin, 2015)
MANAJEMEN RANTAI PASOKAN KOMODITAS KELAPA SAWIT DI PANTAI BARAT ACEH (Nurchalis, 2016)
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KUALA KABUPATEN NAGAN RAYA (Hendra Zulhelmi, 2020)