<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="84429">
 <titleInfo>
  <title>PERAN DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN TERHADAP EFEKTIFITAS PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA TANI SENGON YANG BERWAWASAN AGRIBISNIS DI KECAMATAN TANAH LUAS KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Hastina Widya</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Di  Indonesia kerusakan hutan  sudah  cukup parah, hal ini menyebabkan hutan tak mampu lagi menjadi pemasok  utama kayu sebagai bahan baku  industri sementara kebutuhan kayu sebagai  bahan  baku untuk berbagai keperluan masyarakat sangat tinggi, terus meningkat, dan tidak dapat tergantikan. Keperluan tersebut diantaranya untuk bahan  kontruksi bangunan, perabotan rumah tangga, industri kertas, dan ekspor. Kayu sengon adalah hasil budidaya dari hutan rakyat. Jenis  kayu hutan rakyat lainnya adalah  kayu jati, mangium, mahoni, rasamala, gmelina, jabon, meranti, dan lain - lain.Pengelolaan  budidaya sengon   mudah,    kesesuaian  tumbuh  tidak   sulit, bnkayunya serbaguna dan memiliki  nilai ekonomis  tinggi, masa tabang relatif singkat, dapat memperbaiki kualitas  dan kesuburan tanah, dan pasarnya luas. Oleh karena  itu Pemerintah berinisiatif meluncurkan  program sengonisasi yaitu budidaya sengon untuk  memenuhi  menyelamatkan  dan melestarikan hutan dan lahan, serta untuk memenuhi kebutuhan  kayu industri masyarakat. Kegiatan ini berada  di bawah naungan dan  peranan  Dinas Perkebunan dan Kehutanan untuk memberikan informasi dan bimbingan tentang  budidaya sengon yang baik kepada petani  mulai dari kegiatan pembibitan,  penanaman,  pemeliharaan, pemanenan,sampai ke pemasaran hasilnya.Kenyataan menunjukkan bahwa  kendala  yang dihadapi oleh petani  dan pelaku pasar lainnya  adalah:  masih rendahnya  pengetahuan  petani tentang tata cara bertani atau berkebun sengon  (budidaya,  pemanenan, penanganan  pasca panen)  yang baik, terbatasnya  akses  informasi  pasar oleh petani.  Dari  dinas sendiri   kurangnya  tenaga   kerja   penyuluh   kehutanan   dan   perkebunan   di bandingkan dengan jumlah  penyuluh  di  bidang pertanian lainnya  yang  belum mencapai target yang diinginkan,  masih  sedikit yaitu berjumlah 9 orang  yang dibagi dan disebar di Kabupaten Aceh Utara yang jumlah kecamatannya sebanyak 27 kecamatan, jadi  setiap peyuluh  memegang  3  kecamatan sekaligus  sebingga tidak  semua  informasi  tersampaikan  dan  bimbingan kepada petani  terlaksana dengan baik, hal ini sangat berpengaruh kepada tingkat &quot;Efektifitas&quot;&#13;
Penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Dinas Kehutanan  dan Perkebunan Kabupaten Aceh  Utara.  Penentuan  lokasi   penelitian ini dilakukan dengan  sengaja  (purposive  sampling),  dengan  pertimbangan Kecamatan   ini merupakan daerah yang mayoritas  masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani  sengon  dan  merupakan  sentral  produksi  sengon  yang  berada diurutan teratas di Kabupaten Aceh Utara. Objek dalam penelitian ini adalah petani sengon yang berada di Kecamatan Tanah  Luas  Kabupaten Aceh Utara. Dengan  Ruang Lingkup Penelitian yang terbatas pada  Peran Dinas  Kehutanan dan Perkebunan Terhadap Efektifitas Pelaksanaan  Kegiatan  Usahatani Sengon yang Berwawasan Agribisnis di wilayah kerja Dinas.&#13;
Metode  pengambilan sampel   yang  dilakukan  dalam  penelitian  ini adalah Metode  Simple Random Sampling dimana cara pengambilan  sampel  dari  semua anggota   populasi  yang  dilakukan  secara   acak  tanpa  memperhatikan nilai  atau urutan tertentu yang ada dalam  populasi tersebut (Nasution,  2004). Dan  Populasi dalam penelitian  ini adalah keseluruhan petani  sengon yang tersebar  di 6 desa  dan jumlah populasi  sebesar  300  orang  petani  sengon  dalam  kecamatan Tanah Luas. Persentase  jumlah  sampel  sebesar  10 % dari jumlah  populasi  setiap  desa  sampel yang penentuannya  dilakukan  dengan cara acak (random sampling).Hasil dari penelitian   ini adalah Peran  Dinas  Kehutanan dan  Perkebunan Kabupaten Aceh Utara dalam  pelaksanaan kegiatan usahatani  sengon yang berwawasan agribisnis  (penyediaan sarana produksi,  budidaya,  pasca  panen,  dan pemasaran  hasil sengon)  di Kecamatan Tanah  Luas belum  efektif  karena masih sedikit   dan kurangnya   tenaga   penyuluh  yang   belum   mencapai    target    yang diinginkan  dan dibutuhkan  petani, sehingga tidak semua  informasi  tersampaikan dan bimbingan terlaksana  kepada petani  sengon dengan baik.Diharapkan  Dinas  kehutanan dan perkebunan  untuk  lebih memperhatikan dan  memberikan    informasi   dan    inovasi-inovasi  baru kepada    petani    dalam berusahatani, dan  peran dinas diharapkan dapat membuka wawasan baru  kepada petani untuk mengadopsi prinsip-prinsip agribisnis untuk dapat meningkatkan kemampuan  diri dalam  membudidaya dan mengolah  hasil pertanian untuk  dapat meningkatkan kesejahteraan hidup  petani.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>84429</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-30 15:12:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-30 15:13:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>