Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PENGARUH TINGKAT UPAH MINIMUM REGIONAL TERHADAP JUMLAH KEBUTUHAN HIDUP MINIMUM DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM
Pengarang
Khairul Ridha - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0211110060
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menlihat seberapa besar pengaruh antara tingkat upah minimum regional terhadap jumlah kebutuhan hidup minimum di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di duga bahwa variabel tingkat upah minimum regional ini sangat mempengaruhi jumlah kebutuhan hidup minimum di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam .Penelitian ini dilakukan di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di mana ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada masalah pengaruh tingkat upah minimum regional terhadap jumlah kebutuban hidup minimum. Untuk menlibat ada tidaknya pengaruh tersebut digunakan suatu model atau peralatan analisis yaitu regresi linear sederhana (simple liner regression), dengan menggunakan bantuan program SPSS (The Stastical Product Services and Solution),Hasil perhitungan menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% di dalam tingkat upah minimum regional menyebabkan naiknya jumlah kebutuhan hidup minimum sebesar Rp 0.897 per bulan setiap tahunnya.Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,942 menunjukkan bahwa variasi naik turunnya jumlah kebutuhan hidup minimum di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam 94,2 persen dapat dijelaskan oleh perubahan- perubahan yang terjadi dalam faktor penetapan tingkat upah minimum regional, sedangkan selebihnya sebesar 5.8 persen dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar penelitian ini. Selanjutnya perhitungan terhadap Koefisien korelasi (R), menunjukkan ada hubungan yang erat sebesar 97,1 persen antara tingkat upah minimum regional dengan jumlah kebutuhan hidup minimum di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.Tingkat upah minimum regional mempunyai pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah kebutuhan hidup minimum di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Di mana dengan adanya kenaikan di dalam tingkat upah minimum membuat pihak pengusaha untuk mempertahankan tingkat keuntungan dan kelangsungan jalannya usaha maka diambillah kebijakan untuk menaikkan harga dari barang-barang yang diproduksi sehingga jumlah kebutuhan hidup minimum dari para pekerja pun meningkat dan ini hanya berlalu untuk jangka waktu sementara karena dalam jangka panjang akan terjadi interaksi kembali diantaranya. Dengan demikian jumlah kebutuhan hidup minimum di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam merupakan fungsi dari tingkat upah minimum regional. Sehubungan dengan ini diharapkan bahwa dalam penetapan upah minimum harus adannya kerja sama tripatri (antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja) dalam memutuskan upah minimum regional untuk meningkatkan kesejahteraan para pekerja. Pemerintah juga perlu mengantisipasi perusahaan-perusahaan yang menaikkan harga produknya sebagai akibat dari naiknya tingkat upah pekerja atau buruh melalui pengawasan yang ketat dan memberikan subsidi kepada perusahaan-perusahaan yang belum mampu memenuhi ketentuan upah minimum yang ditetapkan
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN, INFLASI DAN UPAH MINIMUM PROVINSI TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO DI PROVINSI ACEH (RUSYQY FUAD ARSA BARUS, 2021)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI ACEH (MASTHURA RAMADHIANI, 2023)
PENGARUH UPAH MINIMUM DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI ACEH (NAJMUL HUSNA, 2022)
PENGARUH JUMLAH INDUSTRI DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI ACEH (Indah Magfirah, 2022)
HUBUNGAN RATA-RATA LAMA SEKOLAH, UPAH MINIMUM PROVINSI DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI PROVINSI ACEH (Akila Fadia, 2023)