Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MANDIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS X IPS-3 SMA NEGERI 4 BANDA ACEH
Pengarang
KHAIRONI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0906101120028
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
370.152 3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata kunci : penerapan model pembelajaran mandiri, hasil belajar, geografi
Kata mandiri mengandung arti tidak tergantung kepada orang lain, bebas, dan dapat dilakukan sendiri. Kata ini sering kali diterapkan untuk pengertian dan tingkat kemandirian yang berbeda-beda. Tugas guru dalam proses pembelajaran mandiri ialah menjadi fasilitator yaitu menjadi orang yang siap memberikan bantuan kepada siswa jika diperlukan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran geografi melalui penerapan model pembelajaran mandiri; (2) Untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran geografi dengan menggunakan model pembelajaran mandiri; (3) Untuk mengetahui keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran geografi melalui penerapan model pembelajaran mandiri; dan (4) Untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran geografi melalui penerapan model pembelajaran mandiri. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X IPS-3 SMA Negeri 4 Banda Aceh yang terdiri dari 32 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes (pretest dan postest) hasil belajar siswa, menggunakan lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa terhadap model pembelajaran mandiri. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian diperoleh bahwa (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari siklus I terhadap 32 siswa ada 12 siswa yang belum tuntas hingga siklus ke II yaitu 32 siswa hanya 4 orang siswa yang belum tuntas, persentase ketuntasan klasikal pertama meningkat dari 62% menjadi 87% pada siklus ke II; (2) Aktivitas guru yang dominan muncul adalah guru memberikan latihan soal kepada siswa untuk dikerjakan secara individu, pada siklus I sebesar 18% kategorinya tidak sesuai dan siklus II sebesar 22,2% kategorinya sesuai. Aktivitas siswa yang dominan muncul pada saat siswa mengerjakan dan memperbaiki jawaban yang keliru, pada siklus I sebesar 13% kategorinya tidak sesuai dan siklus II sebesar 11% di kategorikan sesuai; (3) Keterampilan guru dalam penerapan model pembelajaran mandiri meningkat dari kategori sedang (2,4) menjadi baik (3,15) ; dan (4) Respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran mandiri adalah 93% dari 32 siswa mendapatkan pemahaman terhadap materi yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran mandiri.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN QUANTUM TEACHING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI MAN 1 BANDA ACEH (SITI HAJAR, 2019)
PENERAPAN MODEL ACTIVE LEARNING DENGAN MENGGUNAKAN TIPE QUIZ TEAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH (Dian Amalia, 2014)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA SMAN 5 TAKENGON (LIANA AGUSTINA, 2019)
PENERAPAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) BERBASIS MEDIA LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA KONSEP BUNYI DI SMP NEGERI 1 DARUSSALAM (WAHYUNI, 2013)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN RECIPROCAL TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWARNKELAS XI IPS MAN 3 BANDA ACEH (RAHMAWATI, 2015)