<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="84030">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARISA SAFRIANI PUTRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Daun salam koja (Murraya koenigii (L.) Spreng) merupakan  tanaman  yang sering   digunakan    sebagai    rempah-rempah   dalam   masakan,    terutama    dalam masakan  kari  (Backer  et al.,  1965).  Selain  sebagai  obat tradisional,  daun  ini juga dapat  digtmakan  sebagai  kosmetik  dan  obat jerawat,   bahkan  digunakan   sebagai conditioner bagi rambut yang dapat mengurangi  penipisan  dan uban  pada rambut (Choudhury dan  Garg, 2007). Daun  salam  koja juga mengandung oleoresin  yang dapat  dimanfaatkan  dalam  industri  farmasi  dan makanan.  Oleoresin   adalah  zat kimia   berupa   minyak   kental  yang   memilik.i  sifat  asli  seperti   bahan   bakunya (misalnya  daun salam koja) yang terdiri dari campuran  minyak atsiri dan resin. Metode  rancangan  yang  digunakan  pada  penelitian  ini adalah  Rancangan&#13;
&#13;
&#13;
Acak  Kelompok  (RAK)  pola  faktorial yang terdiri  dari  2 (dua)  faktor perlakuan yang diteliti yaitu pengaruh jenis daun (V) yang terdiri  dari 2 (dua) taraf,  yaitu:  V = hijau dan  V= merah  dan  pengaruh  jenis  pelarut  (T) yang  terdiri  dari  3  (tiga) taraf, yaitu T = air, T= etanol,  dan T, = etil asetat.  Dengan  demikian  terdapat  6 (enam)   kombinasi  perlakuan  dengan   3  (tiga)   ulangan,   sehingga   terdapat    18 (delapan   belas)  satuan   percobaan.   Analisis   yang  dilakukan   terhadap  oleoresin yang  dihasilkan   meliputi   analisis  rendemen,   indeks  bias,  bobot  jenis,   dan  sisa pelarut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis pelarut berpengaruh sangat nyata  (P0,01)  terhadap rendemen, indeks bias,  bobot jenis,  dan  sisa pelarut.  Sedangkan perlakuan jenis  daun  berpengaruh   nyata  (P50,05)  terhadap indeks bias dan interaksi perlakuan berpengaruh tidak nyata (P&gt;0,05) terhadap semua parameter yang dianalisis.  Oleoresin daun salam koja jenis merah dengan menggunakan   pelarut   air  (VP,U;)  memiliki   rendemen   tertinggi   yaitu  9,87%, bobot jenis  1,3599, indeks bias 1,3650 dan sisa pelarut 8,17%.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>84030</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 15:21:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 15:21:55</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>