<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8398">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS EFISIENSI ENERGI UNTUK TRANSMISI VIDEO DAN DATA PADA SISTEM KOMUNIKASI KOOPERATIF</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ahmad Soleh Rangkuti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dengan meningkatnya aktifitas masyarakat untuk mengakses layanan video dan data membuat kebutuhan bandwidth dan data rate untuk transmisi harus ditingkatkan. Namun hal itu membutuhkan konsumsi energi yang besar, maka penerapan sistem komunikasi kooperatif sangatlah tepat untuk meningkatkan kinerja jaringan transmisi. Sistem komunikasi kooperatif adalah sistem yang memanfaatkan user lain sebagai relay, dimana relay berfungsi untuk memperbaiki kinerja jaringan transmisi serta dapat menghemat konsumsi energi. Penelitian ini  dilakukan dengan membuat model simulasi numerik efisiensi energi dengan empat model jaringan yaitu, jaringan tanpa relay, 1 relay, 2 relay dan 3 relay untuk transmisi video dan data. Simulasi numerik yang dilakukan adalah menganalisis pengaruh penggunaan relay terhadap konsumsi energi, pengaruh Signal Noise to Ratio (SNR) dan Contention Window (CW) terhadap throughput, serta pengaruh SNR dan Eb/No terhadap kinerja Bit Error Rate (BER). Hasil simulasi yang diperoleh pada transmisi video dan data adalah semakin banyak relay yang digunakan maka semakin sedikit konsumsi energi yang dibutuhkan, sehingga nilai efisiensi energi yang diperoleh semakin besar. Meningkatnya nilai SNR pada transmisi video dapat memperbesar nilai throughput dan meningkatnya nilai CW pada transmisi data dapat memperkecil nilai throughput yang dihasilkan. Sementara untuk transmisi video dan data, semakin besar nilai SNR dan Eb/No dapat memperkecil nilai BER yang diperoleh. Selain itu, sistem transmisi video memiliki efisiensi energi yang lebih besar jika dibandingkan dengan sistem transmisi data.&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>TRANSMISSION FACILITIES-COMMUNICATIONS ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>8398</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-08-15 00:00:14</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-02-12 15:36:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>