<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83952">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS DETERMINAN DAN GEOGRAFI STUNTING DI INDONESIA 2018</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ima Maria</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Latar Belakang: Stunting merupakan hal yang perlu ditangani secara serius di Indonesia, oleh karena dampak stunting terhadap kualitas sumber daya manusia yang rendah di masa depan. Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia yang beragam, memberikan peluang adanya perbedaan permasalahan di setiap daerah. Penggunaan Geographic Information Systems (GIS) dalam penelitian epidemiologi dapat memberikan informasi yang praktis dan mudah dimengerti. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan dari determinan terhadap persentase stunting di Indonesia pada tingkat provinsi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik yang menggunakan data agregrat pada tingkat provinsi. Analisis statistik dilakukan dengan menggunakan IBM SPSS 25. Peta tematik dihasilkan dari ArcGIS 10.7. Hasil: Kemiskinan, cakupan imunisasi dasar lengkap, ibu hamil dengan tablet tambah darah, serta rasio puskesmas per kecamatan memiliki hubungan yang signifikan terhadap stunting. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa rasio puskesmas dan cakupan imunisasi dasar lengkap merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap stunting. Kesimpulan: Pemerintah perlu mempertimbangkan peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap dan rasio puskemas per kecamatan dalam upaya penanggulangan stunting di Indonesia.&#13;
&#13;
Kata Kunci: determinan, Geographic Information Systems, imunisasi dasar lengkap, Indonesia, provinsi, puskesmas, stunting.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83952</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 10:32:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 11:25:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>