<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83943">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA KELAPA GONGSENG &quot;U NEULHEU DI KEMUKIMAN LAMLHOM KECAMATAN LHOKNGA KABUPATEN ACER BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Afrida</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>AFRID A,    &quot;Analisis     Pendapatan     Industri     Rumah    Tangga     Kelapa Gongseng    di   Kemukiman    Lamlhom    Kecamatan    Lhoknga    Kabupaten    Aceh Besar&quot;,  dibawah  bimbingan  Ibu  Zakiah,  S.P,  M.Si  sebagai  pembimbing  Utama dan Bapak: T.  Saiful Bahri S.P, M.P sebagai  pembimbing  kedua.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kelapa  Gongseng  merupakan   salah  satu  produksi  dari  basil  olahan  dari buah  kelapa  yang  mempunyai  nilai  ekonomis  yang  tinggi juga  merupakan   salah satu  sumber  yang  mampu  menampung tenaga  kerja  dalam  jumlah  yang  relatif besar selain itu dengan adanya  industri  rumah tangga  kelapa gongseng  ak:an meningkatkan  harga buah kelapa tersebut  sehingga  dapat memberikan  keuntungan antara pengusaha  dan petani kelapa.&#13;
&#13;
&#13;
Penelitian    ini   pada   dasarnya    menggunak:an   Analisis    Pendapatan    dan Analisis  Benefit  Cost Ratio  untuk mengetahui besarnya  pendapatan  pada  industri rumah  tangga  kelapa  gongseng  serta  untuk  mengetahui  keadaan  usaha  tersebut, apakah  usaha tersebut dapat terus dijalankan  atau tidak.&#13;
Berdasarkan    basil   penelitian    menunjukkan   rata-rata    besarnya    biaya produksi   yang  dikeluarkan  oleh  para  pengusaha   industri   rumah   tangga  kelapa gongseng   perbulan   sebesar   Rp  5.074.631,-  oleh   pengusaha   yang  mempunyai mesin  penggiling  dengan jumlah produksi  840 kg/buJan  dan  Rp 4.124.521,- oleh pengusaha   yang  tidak   mempunyai   mesin   peoggiling   dengan  jumlah  produksi 622,22 kg/bulan.  Harga jual dari kelapa gongseng  Rp 8.000.Hasil penelitian menunjuk.kan bahwa  rata-rata  besarnya  pendapatan  bersih yang  diterima  masing-masing para  pengusaha  kelapa  gongseng  perbulan  sebesar Rp   1.644.368, 10,-   oleh   pengusaha    yang   mempunyai    mesin   penggiling    dan Rp   771.033,92,-   oleh   pengusaha   yang   tidak   mempunyai    mesin   penggiling. Analisis Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) yang diperoleh oleh pengusaha yang mempunyai   mesin   penggiling    adalah    1,32   yang   mengartikan   bahwa   setiap penambahan   biaya  satu  rupiah  akan  menambah   penerirnaan   sebesar   1,32  dan Benefit  Cost  Ratio  yang diperoleh  oleh  pengusaha  yang  tidak  mempunyai   mesin penggilng  adalah  1,18 dan  ini menunjukkan  bahwa  industri  rumah  tangga  kelapa gongseng  dapat terus dijalankan.&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan  biaya produksi  yang dikeluarkan, maka  dapat diketahui  BEP volume  produksi  bagi pengusaha  yang punya mesin  penggiling  sebesar  634,45  kg kelapa  gongseng  dengan  BEP harga produksi sebesar  Rp 6.041,23,-/kg sedangkan bagi   pengusaha   yang   tidak   punya   mesin   penggiling   diperoleh   BEP   volume produksi  sebesar  528,06 kg kelapa  gongseng  dengan  BEP harga produksi  sebesar Rp 6.628,72,-/kg. Return  of lnvesment  (ROI)  yang  diperoleh  pada  pengusaha   yang  punya mesin  penggiling  sebesar  132% menggambarkan bahwa dari  Rp 1,00 modal  yang diguna.kan akan  diperoleh  keuntungan  sebesar  Rp  132. dan  pada pengusaha  yang tidak mempunyai mesin  pcnggiling  ROI diperoleb  sebesar  118% menggambarkan bahwa  dari  Rp  1,00  modal  yang  digunakan   akan  diperoleh   keuntungan   sebesar Rp 118.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83943</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 10:03:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 10:04:05</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>