<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83925">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN ANTARA ORGANIZATIONAL JUSTICE DENGAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA KARYAWAN TETAP PT. PLN (PERSERO) UP3 LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SARIFA HANDAYANI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Persaingan pada era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk meningkatkan daya saing. Hal ini diperlukan sumber daya manusia untuk menjalankan, dan mengembangkan agar tercapainya tujuan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan karyawan yang dapat bekerja secara efektif dan memiliki engagement dengan pekerjaannya. Schaufeli, Salanova, Gonzales-Roma, dan Bakker (2002) mengungkapkan employee engagement merupakan keadaan positif karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya yang ditandai dengan vigor, dedication dan absorption. Hal yang mendorong karyawan engaged dengan pekerjaannya adalah dengan merasakan adanya organizational justice. Colquitt (2001) mengatakan organizational justice merupakan persepsi yang dirasakan karyawan mengenai bagaimana mereka diperlakukan adil di dalam perusahaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara organizational justice dengan employee engagement pada karyawan tetap PT. PLN (Persero) UP3 Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 55 sampel karyawan tetap PT. PLN (Persero) yang aktif dan masa kerja minimal 1 tahun. Pengumpulan data menggunakan adaptasi  Utrecht Work Engagement Scale (UWES) oleh Schaufeli dan Bakker, dan adaptasi Organizational Justice Survey (OJS) oleh Colquitt. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman yang menunjukkan nilai koefisien korelasi (R) = 0,554 dengan nilai signifikansi (p) = 0,001 (p &lt; 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara organizational justice dengan employee engagement pada karyawan tetap PT. PLN (Persero) UP3 Lhokseumawe. Artinya, semakin tinggi organizational justice, maka semakin tinggi employee engagement, dan begitu pula sebaliknya.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83925</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-20 16:52:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-23 09:24:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>