<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83895">
 <titleInfo>
  <title>STUDI HABITAT DAN POLA PENGELOLAAN KERANG PADA KAWASAN MANGEOVE KABUPATEN ACEH JAYA PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RUDI HERMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Salah satu biota yang memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai habitatnya adalah kelompok kerang anggota dari filum moluska kelas pelecypoda (bivalvia). Kerang memiliki nilai ekonomis dan gizi yang relatif tinggi, sehingga pengambilan kerang di Kabupaten Aceh Jaya terus dilakukan. Penelitian dilakukan untuk mengkaji komponen biologi, menganalisis preferensi habitat, dan pola pengelolaan kerang di kawasan mangrove Kabupaten Aceh Jaya. Penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling, dengan menetapkan 12 stasiun pada 6 kecamatan. Sampel kerang diambil sebanyak tiga kali dengan selang waktu 15 hari. Hasil penelitian ditemukan 5 spesies kerang dengan indeks dominansi 0,002 sampai 0,255 dengan tingkat dominansi rendah. Frekuensi kehadiran spesies kerang yaitu sangat jarang (Aksidental) sampai jarang (Konstan). Tingkat kehadiran paling sedikit adalah Centrocardita rosulenta dengan nilai 8,33% dan yang paling tinggi adalah Anodonta woodiana dengan nilai 58,33. Geloina erosa dengan nilai kehadiran mencapai 44.44% sedangkan Geloina bangalensis dan Geloina expansa memiliki nilai kehadiran masing-masing 50%. Tekstur tanah pada stasiun penelitian adalah  pasir sampai lempung, kandungan C-organik dengan kisaran sebesar 0,10% sampai 2,83%. kondisi fisika kimia pada stasiun penelitian adalah suhu perairan kisaran 27-31 oC, salinitas 3-35‰, pH air 7,4-8,1, dan pH tanah 3,54-5,96.Prefensi habitat Anodonta woodiana yang memiliki kisaran salinitas antara 3-7‰ dan kelas tekstur tanah Lempung, sedangkan preferensi habitat Geloina menyukai salinitas dengan kisaran 12 sampai 25‰ dengan kelas tekstur tanah Pasir, Pasir berlempung dan lempung berpasir. Hasil analisis klustering tingkat kesamaan biota perairan pada semua stasiun memiliki tingkat kesamaan sedang sampai sangat tinggi dengan nilai indeks kesamaan 36,10%-100%. Pola pengelolaan kerang di ekosistem mangrove Kabupaten Aceh Jaya masih belum terkelola dengan baik.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83895</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-20 11:24:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-20 14:16:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>