<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83880">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI TINGKAT KEKRITISAN LAHAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PADA SUB DAS KRUENG JREU KABUPATEN ACEH BESAR</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Melinda Indra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kekritisan   lahan   muncul  dari  banyak  faktor,  antara  lain      penutupan  lahan, kelerengan,  erosi, batu-batuan dan pengelolaan  lahan.  Namun hal yang paling dominan adalah erosi, dimana erosi tanah  mempengaruhi produktifitas lahan kering yang biasanya mendominasi  DAS bagian hulu dan juga akan memberikan dampak negatif  di DAS bagian hilir. Saat  ini hampir semua sungai besar di Indonesia digolongkan sebagai Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis,  dengan  laju  erosi  yang sangat  tinggi.  Untuk  mencegah terjadinya kekritisan  lahan,  dapat  dilakukan  upaya  pelestarian  dengan  cara  pemeliharaan   tanah dengan  melaksanakan kegiatan Rehabilitasi  Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT).  Seiring dengan kemajuan teknologi komputer akhir-akhir ini salah satu di antaranya adalah Sistem informasi Geografi (SIG) atau Geographycal Information System (GIS) yang telah dikembangkan sebagai system dimana dapat pula diaplikasikan dalam usaha perencanaan pengelolaan dan pengembangan DAS, baik digunakan  untuk pendugaan tingkat bahaya erosi  maupun mengidentifikasi klasifikasi  lahan  kritis sehingga  luasan  dan sebaran Lahan kritis dapat diketahui dengan cepat dan akurat.Tujuan dari penelitian ini  adalah untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan yang terjadi di Sub DAS Krueng jrue dengan menggunakan SIG.Metode  penilaian  lahan   kritis mengacu kepada  definisi  lahan   kritis  yang  telahdihasilkan  pada lokakarya penetapan kriteria  lahan  kritis di  Direktorat  Rehabilitasi  dan Konservasi Tanah pada tanggal  I7 Juni 1997. lahan kritis didefinisikan sebagai lahan yang telah  mengalami kerusakan, sehingga kehilangan atau berkurang fungsinya sampai  pada batas yang ditentukan atau diharapkan Tata guna lahan pada Sub DAS Krueng Jreu terdiri dari hutan seluas 11874.97  ha (56,5 persen), pemukiman dengan kebun campur seluas 3.145,44  ha (I5 persen), lahan tandus seluas 3.049.13 ba (14.5  persen}, semak/belukar pegunungan seluas  1.802,94  ha (8,6 persen), semak/belukar dataran rendah seluas 780,60 ha (3,7 persen), dan sawah seluas 361,45 ha (1.7 persen).Besarnya  erosi   potensial  pada  Sub  DAS  Krueng Jreu  mencapai   454.041,594 ton/ha/tahun,  dengan  Erosi  potensial  tertinggi  mencapai   13.472,370  ton/ha/thn  yang terdapat  pada  sebahagian  daerah  yang  berID  89  seluas   1.813.72   ha  (8,6  persen). Sedangkan  erosi   potensial   terendah  mencapai   55,132   ton/ha/thn   yang  terjadi   pada sebahagian daerah yang berID 67, 78, 101  dan  123,  serta seluruh  daerah yang berID 88 dan 113 seluas 1.812,34 ha (8,62 persen).&#13;
Besarya   erosi  aktual mencapai 47.436,350  ton/ha/t.ahun,  dengan  erosi  aktual tertinggi mencapai 2.309.549 ton/ha/thn yang terdapat pada sebahagian  areal yang berupa&#13;
kampung  dengan kebun campur seluas  1.194,71  ha (5,7 persen ).  Sedangkan erosi  aktual terendah terjadi pada sawah yang mencapai 0,014ton/ha/thn seluas 368.64  ha (1,7  persen) Berdasarkan hasil penelitian, pendugaan TBE pada Sub DAS Krueng Jreu didominasi  oleh  klasifikasi  yang  berat,  seluas   10.630.67 ha  (50.6  persen).  Kemudian sangat berat seluas 5.521,68  ha (26,3  persen),  sedang 2.276,69 ha (10,8  persen), sangat ringan seluas 1.995,01  ha (9,5 persen), dan ringan seluas  599,47 ha (2,9 persen).&#13;
Dari  hasil perhitungan  SIG, pada  kawasan  hutan lindung yang  memiliki  luas mencapai  17.149,030   ha  atau  81,6   persen  dan   luas   Sub  DAS   Krueng  Jreu  secara&#13;
keseluruhan,   terdapat   empat  klasifikasi    Tingkat  Kekritisan  Lahan  (TKL).   Keempat klasifikasi TKL tersebut adalah sangat  kritis mencapai 4.424.39 ha (25,8 persen),  mencapai   912,61 ha(5,3  persen),  agak  kritis  mencapai  8.079,66  ha (47,1   persen),  dan potensial  kritis yang mencapai 3.732.38 ha (21,8 persen) Pada kawasan hutan  produksi yang memiliki luas mencapai 1271,01  ha atau 6 persen  dari  luas  Sub  DAS Krueng Jreu  secara  keseluruhan.,  terdapat tiga  klasifikasi Tingkat  Kekritisan  Lahan (TKL),  yaitu sangat kritis mencapai  286.53  ha (22.5 persen), kritis mencapai 983,63 ha (77,4 persen), dan potensial  kritis seluas 0,85 ha (0,I persen).&#13;
Pada   kawasan   hutan   lindung   diluar  kawasan   hutan   yang   memiliki   Luas mencapai  2.594,48   ha  atau   12,4   persen  dari   luas   Sub  DAS  Krueng  Jreu   secara keseluruhan,  juga terdapat tiga klasifikasi  Tingkat  Kekritisan  Lahan (TKL), yaitu sangat kritis mencapai 737.43  ha (28,4 persen),  kritis mencapai  1.205,59  ha (46,5 persen), dan agak kritis seluas 651,46 ha (25,1  persen) Berdasarkan  hasil perhitungan  SIG, Sub DAS Krueng Jreu didominasi oleh tingkat kekritisan lahan yang agak kritis seluas 8.73,13 ha (41,5 persen). Kemudian  sangat kritis seluas  5.448,35  ha (25,9 persen), potensial  kritis  seluas 3.733,21  ha (17,8 persen), dan kritis seluas 3.101,83 ha (14,8 persen).&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83880</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-20 10:29:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-20 10:30:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>