Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
ANALISA KETERLAMBATAN PROYEK DENGAN METODE “WHAT IF” PADA PEMBANGUNAN MADRASAH TERPADU KOTA SIGLI
Pengarang
Hendra Saputra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0909200060076
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Penerbit
Banda Aceh : Prog. Studi Magister Teknik Sipil., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
692.5
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Bila terjadi keterlambatan pada salah satu jenis aktivitas pada jalur kritis, seringkali akan menyebabkan keterlambatan durasi proyek secara keseluruhan. Salah satu studi yang telah dilakukan untuk mengantisipasi keterlambatan proyek adalah menggunakan analisisa “what if”. Langkah awal adalah memasukkan semua data yang dibutuhkan ke dalam program Microsoft Project 2007. Setelah didapatkan sebuah Network Diagram Model Precedence Diagram Method (PDM). Langkah berikutnya model PDM ini di analisa dengan metode “what if” pada salah satu aktivitas pada jalur kritis yang mengalami keterlambatan dengan menggunakan program Microsoft Excel. Perhitungan percepatan durasi dilakukan pada aktivitas-aktivitas pengikut (successor) dari aktivitas yang mengalami keterlambatan. Perhitungan percepatan dibuat sebesar 10%, 20%, 30, 40%, dan 50% dari durasi awal, dengan batasan jumlah pekerja maksimal 16 orang dan penambahan jam kerja (lembur) maksimal 12 jam. Hasil dari analisis “what if” ini berupa tabel dan grafik penambahan jam kerja dan jumlah pekerja terhadap keterlambatan aktivitas B.3.1. Berdasarkan tabel dan grafik ini kemudian ditentukan batasan yang masuk ke dalam daerah penerimaan dan daerah penolakan. Nilai tengah (mean) dihitung dari dua nilai percepatan durasi 40% dan 50% yang berdekatan dan dibuat grafik pembagi antara daerah penerimaan dan daerah penolakan. Hasil akhir yang di dapat berdasarkan 2 buah grafik penerimaan dan penolakan yang telah dibuat, maka sangat disarankan percepatan dilakukan pada semua aktivitas yang berada dalam daerah penerimaan yaitu aktivitas B.3.2, B.3.4, B.3.7, B.3.11, B.3.13, B.3.16, C.3.14 dan C.3.15. Kesimpulan yang di dapat bahwa Metode “What if” ini dapat di gunakan sebagai salah satu metode untuk mengantisipasi keterlambatan proyek. Dari informasi yang di dapat berdasarkan metode “What if” dapat memberikan acuan kepada seorang manager proyek dan juga pemilik proyek untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat untuk meminimalisasikan keterlambatan proyek secara keseluruhan. Sehingga diharapkan dapat mengembalikan rencana jadwal proyek seperti rencana semula.
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI RISIKO PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PROYEK JALAN TOL SIGLI-BANDA ACEH (DARA MUTHMAINNAH RIZQINA, 2025)
IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN RISIKO BIAYA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG DI BANDA ACEH (YOSI ARMIDA, 2020)
STUDI FAKTOR TENAGA KERJA, MATERIAL DAN PERALATAN SEBAGAI PENYEBAB KETERLAMBATAN PEKERJAAN PROYEK KONSTRUKSI JALAN DAN JEMBATAN DI KOTA SUBULUSSALAM (Syahru Ramadhan, 2015)
ANALISIS KETERLAMBATAN PELAKSANAAN PROYEK GEDUNG MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (Nitasya Dwimaulidina, 2025)
ANALISA PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN METODE CPM DAN TCTO (STUDI KASUS PEMBANGUNAN PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR) (Risdiawati, 2024)