Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK KAMPUNG (BUMKP) REMA BARU KECAMATAN KUTAPANJANG ( IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI GAYO LUES NOMOR 16 TAHUN 2017 TENTANG BUMKP)
Pengarang
Dedi Nurhasri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1510104010003
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKp) di Desa Rema Baru belum memenuhi ketentuan dalam mengimplementasikan Peraturan Bupati Gayo Lues Nomor 16 Tahun 2017. Hal ini ditandai masih minimnya dampak terhadap ekonomi masyarakat yang disebabkan oleh berbagai kendala yang dialami oleh BUMKp itu sendiri. Oleh karena itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKp) Rema Baru Kecamatan Kutapanjang, faktor yang menghambat pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKp) Rema Baru Kecamatan Kutapanjang dan perkembangan usaha dan perekonomian masyarakat Kampung Rema Baru setelah adanya Badan Usaha Milik Kampung (BUMKp). Teori yang digunakan ialah teori Manajemen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya deskriptif. Informan penelitian ini ialah 10 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pengelolaan BUMKp Rema Baru dilakukan dimulai tahap perencanaan dengan menyusun program sesuai dengan angagran, memutuskan apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukan, dan pengamatan terhadap potensi ekonomi yang terdapat Kampung Rema Baru. Tahap pengorganisasi dilakukan dengan menyusun keanggotaan organisasi mulai dari ketua, sekretris, bendahara, anggota dan termasuk badan pengawas. Tahap implementasi dilakukan dengan memberikan modal usaha kepada nasabah untuk membuka lapangan pekerjaan dan tahap pengawasan terhadap anggran, rencana program, implementasi dari program tersebut serta evaluasi yang dilakukan oleh BUMKp setiap tahun, guna mengetahui keberhasilan dan kegagalan yang dicapai. Faktor yang menghambat pengelolaan Badan Usaha Milik Kampung (BUMKp) Rema Baru bersumber dari internal maupun eksternal. Kendala internal berupa minimnya dana operasional dan minimnya pemahaman pengelola terhadap fungsi BUMKp. Kendala eksternal berupa minimnya partisipasi masyarakat dan dukungan aparatur Kampung Rema Baru. Perkembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Kampung Rema Baru Setelah Adanya Pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMKp) belum begitu membawa pengaruh. Minimnya perkembangan ekonomi masyarakat nasabah BUMKp tersebut dikarenakan modal yang diberikan tidak dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan anjuran dari pihak BUMKp itu sendiri.
Kata Kunci: Rema Baru, BUMKp
ABSTRACT
Management of Village-Owned Enterprises (BUMKp) in Rema Baru Village has not fulfilled the provisions in implementing the Gayo Lues District Regulations Number 16 of 2017. This is marked by the lack of impact on the community's economy caused by various obstacles experienced by BUMKp itself. Therefore the purpose of this study was to determine the management of Rema Baru Village Enterprises (BUMKp) Rema Baru District of Kutapanjang, factors that inhibit the management of Rema Baru Village Enterprises (BUMKp) District of Kutapanjang and the development of businesses and the economy of the Kampung Rema Baru community after the Owned Enterprises Village (BUMKp). The theory used is Management theory. This research method uses a qualitative approach with the type of research is descriptive. The informants of this study were 10 people. Data collection techniques are done by interview, documentation and observation. Based on the results of the study it can be seen that the management of BUMKp Rema Baru is carried out starting the planning stage by arranging the program in accordance with the budget, deciding what to do, when to do it, how to do it, and observing the economic potential of Kampung Rema Baru. The organizing stage is carried out by arranging membership of the organization starting from the chairman, secretariat, treasurer, members and including the supervisory body. The implementation phase is carried out by providing venture capital to customers to open jobs and the supervision stage of the budget, program plans, implementation of the program and evaluation carried out by BUMKp every year, in order to find out the successes and failures achieved. Factors that hamper the management of Rema Baru Village Owned Enterprises (BUMKp) are sourced internally and externally. Internal constraints in the form of the lack of operational funds and the lack of understanding of managers of the BUMKp function. External constraints include the lack of community participation and the support of the Kampung Rema Baru apparatus. The Economic Development of the Rema Kampung Baru Community After the Management of the Village-Owned Enterprises (BUMKp) has not been very influential. The lack of economic development of the BUMKp customer community is due to the capital provided not utilized by the community in accordance with the advice of the BUMKp itself.
Keywords: : Rema Baru, BUMKp
Tidak Tersedia Deskripsi
TATA CARA PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN KABUPATEN GAYO LUES (ETI YANTI, 2017)
INVENTARISASI SPESIES IKAN DI KAWASAN SUNGAI PELONGOMAN KECAMATAN KUTAPANJANG KABUPATEN GAYO LUES (ZULAIKA, 2022)
KEPADATAN DAN POLA DISTRIBUSI SPASIAL KERANG KIJING (PILSBRYOCONCHA EXILIS) DI KAWASAN KOLAM DESA REMA TUE KECAMATAN KUTAPANJANG KABUPATEN GAYO LUES (Firdaini, 2023)
PERANAN PERANGKAT KAMPUNG DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN KAMPUNG (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN BLANGJERANGO KABUPATEN GAYO LUES) (KASMAWATI, 2018)
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN DANA KAMPUNG OLEH PEMERINTAH KAMPUNG DI KAMPUNG GUMPANG LEMPUH KECAMATAN PUTERI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES (Laela Fitriani, 2020)