<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83622">
 <titleInfo>
  <title>GAMBARAN LEUKOSIT DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT KELINCIMSETELAH IMPLAN SERBUK CANGKANG CUE (FAUNUS ATER)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ALWASEB FAJAR SIDIQ</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
	&#13;
Leukosit merupakan sel darah putih yang diproduksi oleh jeringan hematopoietik berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh. Penelitian ini bertujuan mengamati perbedaan jumlah leukosit dan persentase diferensial leukosit kelinci setelah implan serbuk cangkang cue. Penelitian ini menggukan 6 ekor kelinci jantan berumur 6-8 bulan dengan berat badan 1,5-2 kg yang dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan. Tindakan bedah secara steril dan aseptis dengan membuat defek pengeboran area diaphysis femur berukuran 0,5 mm mencapai canalis medularis. Kelompok 1 (K1) dibiarkan sembuh sendiri (sisa pengeboran dibersihkan dengan NaCl fisiologis) dan kelompok 2 (K2) diimplan serbuk cangang cue sebanyak 0,25 g pada defek tersebut. Pengambilan darah melalui vena auricularis pada hari ke-0 sebelum perlakuan dan hari ke-7, 14, 28 dan 56 setelah implan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan leukosit K2 dengan perbedaan yang tidak signifikan (P&gt;0,05). Jumlah diferensial leukosit K2 mengalami penurunan pada hari ke-7 setelah implan dengan perbedaan tidak signifikan (P&gt;0,05). Perubahan jumlah leukosit dan diferensial leukosit pada K2 tidak berbeda signifikan (P&gt;0,05) dengan K1. Pemberian serbuk cangkang cue mengakibatkan jumlah leukosit dan diferensial leukosit berfluktuasi diantara kelompok perlakuan dan waktu pengamatan, namun masih dalam kisaran normal. Serbuk cangkang cue berpotensi untuk dikembangkan  menjadi material implan tulang (bone graft) berupa hidroksiapatit alami.&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: leukosit, diferensial leukosit, implan, Faunus ater&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83622</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-18 10:06:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-18 10:11:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>