TANGGAPAN PETANI TERHADAP PELAKSANAAN SISTEM PENYULUHAN LATIHAN DAN KUNJUNGAN DI WKBPP SAMAHANI KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

TANGGAPAN PETANI TERHADAP PELAKSANAAN SISTEM PENYULUHAN LATIHAN DAN KUNJUNGAN DI WKBPP SAMAHANI KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

SUPRIADI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9951221551

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Supriadi, dengan judul "TANGGAPAN PETANI TERHADAP PELAKSA AAN SISTEM PENYULUHAN LATIHAN DAN KUNJUNGAN DI WKBPP SAMAHANI" dibawah bimbingan Ir. Edy Marsudi, M.Si sebagai pembimbing utama dan Ir. Ismayani, M.Si sebagai pembimbing anggota.

Penyuluhan pertanian adalah suatu cara atau usaha pendidikan bersifat non foral untuk para petani dan keluarganya di pedesaan. Tujuan dasar dari penyuluhan pertanian adalah untuk menumbuhkan perubahan yang lebih terarah dalam kegiatan usaha tani di pedesaan. Perubahan yang dimaksud adalah dalam bentuk pengetahuan, kecakapan, sikap dan motif tindakan petani. Petani yang mudah mengadopsi suatu inovasi dikatakan petani maju dan yang lambat mengadopsi dikatakan petani biasa. Salah satu sistem penyuluhan yang dilaksanakan saat ini di WKBPP Samahani adalah penyuluhan sistem LAKU. Pelaksanaan sistem LAKU sangat tergantung kepada kemampuan dan kemauan PPL dan petani. Penerimaan terhadap sistem penyuluhan tersebut dilihat dari respon petani terhadap penyuluhan sistem LAKU tersebut.
Tujuan dari Penelitian ini dilaksanakan di WKBPP Samahani abupaten Aceh Besar yang meliputi 4 Kecamatan yaitu, Suka Makmur, Montasiek, Indrapuri, dan Seulimum. Populasi dalam penelitan ini adalah petani yang tersebar di 4 kecamatan Pengambilan sampel dilakukan dengan Two Stage Cluster Sampling. Dengan sampel fraction sebesar 2% diperoleh 4 Desa sebagai Prymary Sampling Unit tPSU), dan pemilihan responden secara random sebesar 5% sehingga diperoleh 62 petani sebagai respond en.Model analisis vane digunakan dalam penelitian ini adalah uji chi kuadrat dengan banyak baris dan kolom yang diobservasi adalah dua. Untuk mengetahut derajat hubungan antara satu faktor dengan faktor yang lainnya. maka dicari dengan menggunakan rumus koefisien kontingensi C. Supaya harga C yang diperoleh dapat dipakai untuk menilai derajat asosiasi antar faktor, maka harga Cini perlu dibandingkan dengan koefisien kontingensi maksimum.


Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan respon ntara petani maju dan petani biasa. Penelitian memberikan gambaran sebanyak 26 orang (41,93%) I petani maju respon terhadap penyuluhan sistem LAKU dan 7 orang (11,29%) kurang respon terhadap sistem LAKU. Petani biasa yang respon terhadap sistem LAKU sebanyak 13 orang (20,97%) sedangkan yang kurang respon sebanyak 16 oran (25,81%). Hasil pengujian dengan chi kuadrat dengan ( = 0,01 diperoleh X2 = 7,63 dan X2 (0,99)1= 6,63 yang jelas jauh lebih kecil dari 7,63. Jadi X2 cari > X2 tabel sehingga dapat dinyatakan terdapat hubungan antara lapisan petani dan respon petani terhadap penyuluhan sistem LAKU. Hasil pengujian diperoleh C= 0,33 dengan C maksimum = 0,70 yang menunjukkan bahwa faktor yang satu dengan yang lainnya mempunyai hubungan yang cukup besar.


Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK