IDENTIFIKASI BERDASARKAN MORFOLOGI DAN DNA BARCODING JAMUR MAKRO YANG BERASAL DARI TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) POCUT MEURAH INTAN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI BERDASARKAN MORFOLOGI DAN DNA BARCODING JAMUR MAKRO YANG BERASAL DARI TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) POCUT MEURAH INTAN


Pengarang

HENDRIX INDRA KUSUMA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200270007

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Keanekaragaman spesies jamur di Indonesia mencapai 200.000 jenis, namun penelitian mengenai keanekaragaman jamur makroskopis di hutan Indonesia belum banyak dilakukan. Tahura Pocut meurah Intan sebagai hutan konservasi menyimpan berbagai keragaman jamur di dalamnya. Data-data tentang jenis jamur makro yang terdapat di Tahura tersebut belum pernah dipublikasikan sehingga penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur makroskopis yang terdapat di Tahura Pocut Meurah Intan secara morfologi dan DNA Barcoding. Penelitian ini dilakuan menggunakan metode Survey-eksploratif dengan mengikuti jalur trek pendakian yang telah ada. Sampel jamur yang terdapat di lapangan didokumentasikan, dijadikan awetan, dan kemudian dianalisis secara morfologi dan molekuler menggunakan daerah ITS. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 126 jenis jamur makroskopis yang termasuk kedalam 41 famili 14 ordo dan 2 Filum. Filum Basidiomycota merupakan yang paling mendominasi yaitu sekitar 90%, sedangkan ordo di dominasi oleh Agaricales yaitu sekitar 41%. Hasil analisis menggunakan BLAST pada 7 sampel yang berhasil disekuensing yaitu teridentifikasi sebagai Pleurocollybia sp., Pleurotus djamour, Filoboletus manipularis, Auriscalpium vulgare, Schyzophillum communae, Gyrodontium sacchari, dan Gymnopilus lepidotus menunjukkan bahwa penggunaan ITS dapat mendeterminasi jamur hingga ke tingkat spesies.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK