PENGGUNAAN MODEL SINGLE INDEKS UNTUK PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL DI BURSA EFEK JAKARTA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGGUNAAN MODEL SINGLE INDEKS UNTUK PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL DI BURSA EFEK JAKARTA


Pengarang

MARLINDA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0011210527

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Perkembangan jumlah saham yang kian meningkat pada Bursa Efek Jakarta menuntut para investor untuk lebih mampu memilih saham secara rasional mengingat hampir semua bentuk investasi mengandung unsur risiko. Maka dari itu pembentukan portofolio perlu dilakukan untuk mengurangi tingkat risiko Salah satu model portofolio yang digunakan adalah model single indeks dengan tujuan untuk mengoptimalkan pembentukan portofolio. Harga saham yang diteliti diperoleh dari PT. Bursa Efek Jakarta. Teknik penentuan sampel menggunakan metode pengamatan sampel yang bersifat tidak acak dengan kriteria-kriteria yaitu, saham yang diteliti adalah saham-saham industri manufaktur yang aktif selama pengamatan, nilai return ekspek:tasi saham individual bernilai positif dan lebih besar dari nilai aktiva bebas risiko.Data diambil dengan interval mingguan mulai Januari hingga Desember 2003, dan diolah dengan menggunakan software program invers dengan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebagai aktiva bebas risiko.


Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan nilai ERB (Excess Return lo Beta) tiap-tiap saham yang lebih besar dari nilai Cut Off Point (C), terbentuk suatu portofolio optimal dengan return ekspektasi sebesar 2.27% dan risiko sebesar 1.69% yang diisi oleh kombinasi dari 52 saham dengaa proporsi dana yang berbeda-beda dan total proporsi dana tersebut sebesar I 00%. Pada saat return indeks pasar lebih rendah dari standar deviasinya, hal yang sama juga diikuti oleh tiap-tiap saham dan beta yang diperoleb tiap saham yang masuk dalam portofolio optimal semuanya bernilai positif, kedua hal ini membuktikan teori single indeks yang mengatakan babwa return-return suatu sekuritas bergerak searah dengan return indeks pasar.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK