<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83352">
 <titleInfo>
  <title>PENGGUNAAN MODEL SINGLE INDEKS UNTUK PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL DI BURSA EFEK JAKARTA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MARLINDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perkembangan   jumlah   saham   yang   kian   meningkat   pada   Bursa   Efek Jakarta menuntut  para investor untuk lebih mampu memilih  saham secara rasional mengingat  hampir  semua  bentuk  investasi  mengandung  unsur  risiko.  Maka  dari itu  pembentukan   portofolio  perlu  dilakukan   untuk  mengurangi  tingkat   risiko Salah  satu model  portofolio  yang digunakan  adalah  model  single  indeks  dengan tujuan untuk mengoptimalkan  pembentukan portofolio. Harga saham  yang diteliti  diperoleh  dari  PT. Bursa Efek  Jakarta.  Teknik penentuan  sampel  menggunakan  metode  pengamatan  sampel yang  bersifat  tidak acak   dengan   kriteria-kriteria  yaitu,  saham   yang  diteliti   adalah   saham-saham industri manufaktur yang aktif selama  pengamatan, nilai return ekspek:tasi saham individual  bernilai  positif dan  lebih  besar  dari  nilai  aktiva  bebas   risiko.Data diambil  dengan  interval  mingguan   mulai  Januari   hingga  Desember   2003,  dan diolah  dengan  menggunakan   software  program   invers  dengan   Sertifikat   Bank Indonesia (SBI) sebagai aktiva bebas risiko.&#13;
&#13;
&#13;
Hasil penelitian  membuktikan   bahwa  dengan  nilai ERB  (Excess Return lo Beta)  tiap-tiap  saham  yang  lebih  besar  dari  nilai  Cut Off Point  (C),  terbentuk suatu   portofolio   optimal   dengan   return  ekspektasi  sebesar   2.27%   dan  risiko sebesar   1.69%  yang  diisi  oleh  kombinasi   dari  52  saham  dengaa   proporsi  dana yang berbeda-beda  dan total  proporsi dana tersebut  sebesar  I 00%. Pada  saat  return indeks  pasar  lebih  rendah  dari  standar  deviasinya,  hal yang sama juga diikuti  oleh  tiap-tiap  saham  dan  beta yang  diperoleb  tiap  saham yang masuk dalam portofolio optimal semuanya bernilai positif, kedua hal ini membuktikan   teori  single  indeks  yang  mengatakan   babwa  return-return  suatu sekuritas  bergerak searah dengan return indeks  pasar.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83352</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-13 09:56:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-13 09:57:49</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>