<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83283">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN INTRUSI AIR LAUT BERDASARKAN VARIASI RESISTIVITAS DI SITUS COT SIDI ABDULLAH KABUPATEN ACEH UTARA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMATIL ULA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Situs Cot Sidi Abdullah merupakan salah satu situs arkeologi peninggalan Kerajaan&#13;
Samudera Pasai. Situs ini berupa struktur bata tertimbun endapan. Lokasi situs&#13;
berada di daerah aliran sungai Krueng Pase dan kawasan pesisir pantai. Dalam&#13;
jangka waktu panjang, situs diduga akan terintrusi air laut. Ini dapat memberikan&#13;
efek sangat signifikan bagi struktur tersebut. Bukti arkeologi Cot Sidi Abdullah tidak&#13;
dapat ditemukan kembali apabila seluruh struktur rusak. Kajian intrusi air laut di&#13;
situs Cot Sidi Abdullah dilakukan untuk mendapatkan penampang resistivitas bawah&#13;
permukaan berdasarkan data resistivitas semu yang terukur, serta mengetahui&#13;
sebaran nilai resistivitas yang menunjukkan intrusi air laut pada struktur Cot Sidi&#13;
Abdullah. Pengukuran dilakukan pada 3 lintasan. Lintasan 1 dan lintasan 2 sepanjang&#13;
41,5 meter, sedangkan lintasan 3 sepanjang 46,5 meter. Pengukuran dilakukan&#13;
menggunakan konfigurasi Wenner dengan spasi elektroda 0,5 meter. Hal ini&#13;
dilakukan untuk mendapatkan respon resistivitas yang lebih baik dan detil pada&#13;
struktur arkeologi dangkal. Hasil model resistivitas pada situs Cot Sidi Abdullah&#13;
menunjukkan zona resistif, zona sangat resistif, dan zona konduktif. Zona resistif dan&#13;
zona sangat resistif berada di dekat permukaan. Zona sangat resistif terdapat hampir&#13;
di sepanjang lintasan. Zona sangat resistif ini diduga sebagai struktur situs yang tidak&#13;
terintrusi air laut. Zona sangat resistif berada pada rentang nilai resistivitas 480 ?m –&#13;
560 ?m. Zona dengan nilai resistivitas 0,1 ?m – 80 ?m digolongkan ke dalam zona&#13;
konduktif. Zona konduktif ini berada di bawah zona sangat resistif. Selain itu juga&#13;
berada di seluruh bentangan 30 m – 41,5 m pada lintasan 1 dan lintasan 2. Zona&#13;
konduktif diduga sebagai struktur yang terintrusi air laut. Berdasarkan hasil&#13;
penelitian dapat disimpulkan bahwa struktur situs Cot Sidi Abdullah telah terintrusi&#13;
oleh air laut.&#13;
&#13;
Kata kunci : intrusi air laut, situs Cot Sidi Abdullah, metode resistivitas, konfigurasi&#13;
Wenner</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83283</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-12 11:15:04</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-12 11:26:37</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>