<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83196">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ridha Mutia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penerapan otonomi daerah sebagai bentuk kebijakan bidang pemerintahan diharapkan   mampu   memecahkan   krisis  keuangan   pernerintah   pusat.   Sebelum   era otonomi    daerah    diberlakukan.,   sumber    daya    keuangan    pemerintahan   daerah tergantung    pada   kemampuan    keuangan   pusat   yang   dialokasikan   dalam   bentuk tunjangan     dan     bantuan-bantuan    keuangan     unluk     daerab     guna     membiayai pengembangan dan jabatan  dalam pemerintahan  daerah. Otonomi  daerab bertanggung jawab  dan luas diarahk:an untuk  mernberi penyisihan  dana untuk  pemerintahan daerah guna mengembangkan dan mengatur  daerah mereka  sendiri. Dengan  otonomi  daerah, diharapkan   pemerintahan    daerah   barus   lebib   bebas   dalam   mengelola    keuangan mereka   sendiri  dan  lebih  efisien   lagi  di  dalam   mengatur   sumber   daya   keuangan mereka sendiri.&#13;
&#13;
Studi  empiris   ini  diarahkan   untuk  memperoleh   bukti-bukti  dari  perbedaan yang  significant  dalam  pencapaian  kemampuan   keuangan  pemerintah daerah  setelah otonomi diberlakukan/diterapkan.  Menggunakan  sample  penelitian  pada  pemerintal daerah   di   dalam   Pemerintahan   Aceh   dan   metode   statistic    untuk   sample   yang digunakan  adalah  Paired Sample T-Test.&#13;
&#13;
Hasil-hasil    secara    umum    menunjukkan   keberadaan    perbedan-perbedaan penting daJam pencapaian  kemampuan keuangan  sebelum dan setelah otonomi. Kemampuan   keuangan  yang  diukur  lewat  desentralisasi  fiskal,  Keserasian   Belanja Rutin,   Keserasian belanja pembangunan dan Pertumbuhan pendapatan memiliki perbedaan-perbedaan, namun untuk tingkat Kemampuan Mobilisasi Daerah tidak memiliki  perbedaan  yang signifikan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci:  Otonomi, Desentralisasi Fiskal, Kemampuan Mobilisasi Daerah&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83196</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-11 11:29:33</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-11 11:30:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>