<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83193">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muliadi</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui  tingkat  ketimpangan  DAU  dan DAK Kabupaten/Kota  di provinsi Aceh.  Data   yang digunakan dalam penelitian  ini adalah data sekunder  dengan kurun waktu empat tahun,  mulai tahun 2009 hingga tahun2012. Model yang digunakan adalah Indeks Williamson dengan dua model. Hasil  perhitungan  nilai  indeks ketimpangan  DAU  dan  DAK    kabupaten/kota  di provinsi Aceh dengan menggunakan Model pertama diketahui bahwa selama periode 2009-2012  cenderung  meningkat.  Kabupaten  Aceh  Tenggara  selama  tahun  2009 sampai 2011  memiliki indeks ketimpangan terendah di antara 23 kabupaten/kota  di propinsi Aceh dengan nilai 0,00 pada tahun 2009, 0,01  pada tahun  2010 dan 0,01 pada  tahun 2011.  Untuk  tahun 2012  ketimpangan  terendah  terjadi  di Kabupaten Bener Meriah dengan basil indeks sebesar 0,01.Untuk indeks ketimpangan tertinggi pada periode   2009 sampai dengan 2012 terjadi di Kota sabang dengan hasil indeks 0,40 pada tahun 2009, 0,35 pada tahun 2010 dan 0,34 pada tahun  2011  serta 0,68 pada tahun 2012.&#13;
&#13;
Hasil perhitungan  nilai indeks ketimpangan DAU dan DAK  kabupaten/kota di  provinsi  Aceh  dengan  menggunakan  Model  kedua  diketahui   bahwa  selama periode  2009-2012  cendenmg  menurun.  Kota  Subulussalam  selama  tahun  2009 sampai 2011  memiliki indeks ketimpangan terendah di antara 23 kabupaten/kota  di propinsi  Aceh dengan nilai 0,35 pada tahun 2009, 0,27  pada tahun  2010 dan 0,27 pada tahun 2011. Untuk tahun 2012 ketimpangan terendah terjadi di Kabupaten Pidie Jaya    dengan  hasil indeks  sebesar 0,24.Untuk indeks ketimpangan  tertinggi  pada periode   2009 sampai dengan 2011 terjadi di Kabupaten  Pidie dengan hasil  indeks 0,77 pada tahun 2009, 0,64 pada tahun 2010 dan 0,60 pada tahun 2011. Pada tahun 2012 ketimpangan tertinggi terjadi di Kota sabang dengan indeks sebesar 0,68. Dengan  demikian  Pemerintah  pusat dan  daerah  perlu melakukan  orientasi ulang kebijakan pembangunan yang selama ini dilakukan di daerah ini. Hal ini perlu mengingat   ketimpangan   pembangunan   mempunyai   dampak  yang  cukup  serius terutama sekali antar-daerah.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Ketimpangan, DAU, DAK.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83193</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-11 11:21:07</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-11 11:22:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>