<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8319">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PERBEDAAN NILAI ABRASI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN LASTON AC–BC TERHADAP PARAMETER MARSHALL MENGGUNAKAN ASPAL PEN 60/70 SEBAGAI BAHAN PENGIKAT(STUDI KASUS :</title>
  <subTitle>AGREGAT KAB. GAYO LUES DAN AGREGAT KAB. ACEH UTARA)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FAISAL RIZAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Program Pasca Sarjana Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Theses</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Agregat merupakan bahan utama campuran lapis perkerasan aspal  yang memenuhi persyaratan nilai abrasi ? 40% (SNI 03-2417-1991). Agregat yang memiliki nilai abrasi dan porositasnya  tinggi dapat menyebabkan degradasi pada material perkerasan jalan, untuk memperbaiki nilai abrasi tersebut, maka salah satu caranya adalah melakukan perbaikan kualitas campuran  melalui  subsitusi dengan beberapa material dari sumber yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah melakukan perbaikan kualitas campuran yang kurang baik, melalui proses pencampuran agregat sebagai bahan campuran beton aspal (Asphalt Concrete-Binder Course). Pengujian keausan agregat dengan menggunakan mesin Los Angeles yang pemeriksaannya berpedoman pada AASHTO T-96-74. Agregat kasar yang digunakan dalam campuran AC-BC berasal dari sumber quary yang berbeda, yaitu agregat dari Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues dengan nilai abrasi 39,80% dan agregat dari Cot Girek Kabupaten Aceh Utara dengan nilai abrasi 21,89%. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Transportasi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini diawali dengan pemeriksaan dan  pengujian sifat-sifat fisis agregat dan aspal. Variasi campuran agregat adalah (100/0)%, (75/25)%, (65/35)% dan (55/45)% dengan menggunakan aspal Pen.60/70 sebagai bahan pengikat. Dari  hasil  pengujian ini diketahui bahwa campuran AC BC mengalami peningkatan mutu dengan meningkatnya jumlah agregat Cot Girek yang di tambahkan dan keseluruhan variasi persentase tersebut masih memenuhi semua syarat kriteria campuran beraspal panas lapisan AC-BC dari spesifikasi Departemen pekerjaan Umum 2010.  &#13;
&#13;
Kata kunci; Nilai abrasi, Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), Parameter Marshall&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>8319</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-08-12 18:10:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-12-07 16:19:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>