Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PERKEMBANGAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP TINGKAT INFLASI DI INDONESIA
Pengarang
SYAHRIAL - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
9711110280
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini membahas tentang pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap inflasi di Indonesia. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan perkembangan tingkat inflasi dalam negeri, untuk. mengetahui pengaruh perkembangan harga BBM terhadap inflasi dan untuk mengetahui harga BBM yang paling dominan rnempengaruhi laju inflasi di Indonesia selama tahun 1988-2002 Penelitian ini menggunakan data skunder berupa data presentase inflasi tahunan dan harga masing-masing jenis BBM. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan rnenggunakan model regresi melalui pendekatan OSL (ordinary least squaere) dengan model persamaan regresi linear sederhana (simple regressiont linear). Dari hasil penelitian dan analisis data mengungkapkan bahwa harga premium paling dominan mempengaruhi laju inflasi dengan perolehan koefisien korelasi sebesar 61.6 (R= 0,616 persen) sehingga kedua variabel menunjukkan hubungan Yang kuat. Untuk koefisien determinasi diperoleh sebesar 37.9 (R = 0,379) yang menunjukkkan 37 persen perubahan laju inflasi dapat dijelaskan oleh perubahan harga Premium. Sedangkan pengujian secara parsial terhadap koefisien ? memperlihatkan bahwa hanya harga variabel premium (variabel bebas) yang signifikan ha! ini dibuktikan oleh t hitung = 2,819 > t tabel = 1,75 sehingga dapat disimpulkan bahwa menerima hipotesis alternatif ( H1) menolak hipotesis nol (HO)Untuk bisa menekan laju inflasi dibawah dua digit, diharapkan pemerintah perlu menanganinya secara bijaksana, konsisten dan konsekwen rnelalui kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah dalam bidang moneter, fiskal dan perdagangan, yaitu dengan pengendalian jumlah uang beredar, memperbesar penerimaan negara melalui pajak dan merangsang investasi masyarakat.. Pemerintah sedapat mungkin untuk menekan peningkatan pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan cara antara lain meningkatkan efisiensi pemakaian BBM (konservasi) dan memanfaatkan jenis energi alternatif. Pengalihan pemakaian minyak tanah kepada briket batu bara atau gas bumi di sektor rumah tangga, pemakaian BBG atau LPG untuk sektor transportasi. pemakaian batu bara dan gas bumi disektor industri, serta pemanfaatan panas bumi.
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB INFLASI PASCA TSUNAMI DI NANGGROE ACEH DARUSSALAM (Mufdhiati, 2020)
PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINY AK (BBM):PREMIUM, MINYAKTANAH DAN SOLAR TERHADAP INDEKS BARGA KONSUMEN (IHK) BAHAN MAKANAN DI KOTA BANDA ACEH (Isma Qarina, 2020)
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI KOTA BANDA ACEH (FENNY SATIANI, 2014)
PENGARUH PERKEMBANGAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK (BBM) TERHADAP TINGKAT INFLASI DI INDONESIA (SYAHRIAL, 2020)
PERMINTAAN MASYARAKAT TERHADAP BARANG KEBUTUHAN POKOK PENYUMBANG INFLASI DI KOTA BANDA ACEH (FEBRI ALHAFIDHULLAH, 2015)