PENGUJIAN HIPOTESIS PASAR EFISIEN DALAM BENTUK LEMAH DI BURSA EFEK JAKARTA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGUJIAN HIPOTESIS PASAR EFISIEN DALAM BENTUK LEMAH DI BURSA EFEK JAKARTA


Pengarang

MIRZA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

9911210444

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini merupakan salah satu bentuk pengujian efisiensi pasar, yang dalam hal ini dilakukan pada Bursa Efek Jakarta (BEJ), berdasarkan hipotesis efisiensi pasar dalam bentuk lemah. Penelitian ini menguji kembali efisiensi Bursa Efek Jakarta, yang secara khusus dilakukan bertujuan untuk menguji apakah informasi nilai indeks harga saham gabungan dan harga saham yang terjadi pada masa lalu masih dapat digunakan untuk memprediksi indeks harga saham dan harga saham di masa mendatang.


Peralatan analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis efisiensi pasar dalam bentuk lemah ini adalah dengan runs test atau pengujian runtun. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data perdagangan harian dengan periode pengamatan dari tahun l 998 sampai tahun 2002. Untuk menguji independensi pergerakan harga saham, digunakan 15 saham LQ-45 yang terus aktif selama periode pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Bursa Efek Jakarta selama periode tahun 1998 sampai dengan tahun 2002 belum efisien dalam bentuk lemah. Hal tersebut terbukti dari jumlah runtun sesungguhnya pada IHSG yang lebih kecil dari nilai runtun ekspektasi dan nilai Z hitung pada IHSG yang lebih besar dari daerah kritis.


Sementara dari 15 saham LQ-45 yang dijadikan sebagai pembanding, semuanya mengindikasikan pergerakan yang tidak random di mana jumlah runtun sesungguhnya jauh lebih besar dibandingkan jumlah runtun ekspektasi. Sebagaimana prosedur yang ditetapkan dalam run test, sampel-sampel yang terlalu banyak atau terlalu sedikit jumlah runtun dari yang diekspektasikan mengindikasikan bahwa sampel-sampel tersebut tidak dalam keadaan random (acak). Hal tersebut diperkuat dengan nilai Z hitung dari sampel• sampel tersebut yang melewati daerah kritis.
Dari hasil tersebut maka penulis berkesimpulan bahwa Bursa Efek Jakarta tidak memenuhi syarat hipotesis efisiensi pasar dalam bentuk lemah, artinya Bursa Efek Jakarta belum efisien dalam bentuk lemah.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK