<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="83055">
 <titleInfo>
  <title>PENGUJIAN HIPOTESIS PASAR EFISIEN DALAM BENTUK LEMAH DI BURSA EFEK JAKARTA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIRZA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  merupakan salah satu  bentuk pengujian  efisiensi  pasar,  yang dalam hal  ini  dilakukan pada Bursa Efek Jakarta (BEJ),  berdasarkan hipotesis efisiensi  pasar dalam bentuk lemah.  Penelitian  ini  menguji  kembali efisiensi  Bursa Efek Jakarta, yang secara khusus dilakukan bertujuan  untuk menguji  apakah  informasi  nilai  indeks  harga saham gabungan dan harga saham yang terjadi  pada masa lalu  masih dapat digunakan untuk memprediksi  indeks harga saham dan harga saham di masa mendatang.&#13;
&#13;
&#13;
Peralatan  analisis yang digunakan untuk menguji  hipotesis efisiensi  pasar dalam bentuk  lemah   ini   adalah  dengan  runs   test  atau  pengujian   runtun.   Penelitian   ini menggunakan data sekunder, yaitu data perdagangan harian dengan periode pengamatan dari tahun l 998 sampai tahun 2002.  Untuk menguji  independensi pergerakan harga saham, digunakan  15 saham LQ-45 yang terus aktif selama periode pengamatan. Hasil penelitian  ini  menunjukkan bahwa Bursa Efek Jakarta selama periode tahun 1998 sampai dengan tahun 2002 belum efisien dalam bentuk lemah. Hal tersebut terbukti dari jumlah runtun sesungguhnya pada IHSG yang lebih kecil dari nilai runtun ekspektasi dan nilai Z hitung pada IHSG yang lebih besar dari daerah kritis.&#13;
&#13;
&#13;
Sementara dari  15  saham LQ-45 yang dijadikan sebagai  pembanding, semuanya mengindikasikan pergerakan yang tidak random di  mana jumlah  runtun sesungguhnya jauh  lebih  besar dibandingkan jumlah  runtun ekspektasi.   Sebagaimana  prosedur yang ditetapkan dalam run test,  sampel-sampel  yang terlalu banyak atau terlalu sedikit jumlah runtun dari yang diekspektasikan mengindikasikan  bahwa sampel-sampel  tersebut tidak dalam  keadaan random (acak).  Hal  tersebut diperkuat dengan nilai  Z hitung dari  sampel• sampel  tersebut yang melewati daerah kritis.&#13;
Dari  hasil  tersebut maka penulis berkesimpulan  bahwa Bursa Efek Jakarta tidak memenuhi syarat hipotesis efisiensi  pasar dalam bentuk lemah, artinya Bursa Efek Jakarta belum efisien dalam bentuk lemah.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>83055</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-09 15:32:05</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-09 15:32:43</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>