Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS BETA SAHAM DENGAN MODEL INDEKS TUNGGAL PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DIBURSA EFEK JAKARTA
Pengarang
DEWI RATNA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0011223633
Fakultas & Prodi
Fakultas / / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Lembaga pasar modal adalah merupakan pelengkap di sector keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga pembiayaan. Pasar modal memberikan jasanya yaitu menjembatani hubungan antara pemilik dana dalam hal ini disebut sebagai pemodal (investor) dengan peminjam dana dalam hal ini disebut emiten (perusahaan yang go public). Pasar modal merupakan salah satu sumber-• potensi pengembangan dunia usaha nasional. Dengan masuknya dunia tersebut ke pasar moda, terbuka kemungk:inan baginya untuk berkembang secara sehat dan wajar karena didukung oleh dana masyarakat. Tujuan dalam penelitian ini dilakukan adalab untuk mengetahui tingkat kepekaan beta sabam-saharn industri manufaktur terhadap return pasar di BEJ dan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan perkembangan beta saham industri manufaktur antara tahun 3003-2004 di BEJ. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang telah terdaftar di BEJ. Tehnik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sebanyak 65 jenis perusahaan dimana pengambilan sampel dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu.
Dari hasil penelitian menunjukkan babwa perkembangan beta saham manufaktur di BEJ pada tabun 2003 dan 2004 menunjukkan adanya kepekaan terhadap return pasar pada BEJ.dimana nilai beta untuk semua perusahaan manufaktur di perolah lebih besar dari 1 yang artinya sahara perusahaan manufaktur sensitif terhadap pengarub pasar sehingga resikonya berada diatas resiko rata-rata. Hasil penelitian dengan menggunakan uji beda di peroleh nilai signifikansi sebesar 0, 108 lebih besar dari nilai alpha sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan perkembangan beta saham industri manufalctur dari tahun 2003-2004 tidak mengalami perbedaan yang berarti di BEJ.
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGARUH STOCK SPLIT, LIKUIDITAS DAN RISIKO SISTEMATIS TERHADAP RETURN SAHAM EMITEN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA (BOY ROCKY. S, 2020)
PENGARUH LEVERAGE FINANSIAL TERHADAP BETA SAHAM PADA PERUSAIHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA (Desi Wuri Handayani, 2024)
KAJIAN TEHADAP STRUKTUR MODAL DAN RESIKO SAHAM SERTA PENGARUHNYA TERHADAP NISBAH PENDAPATAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Dedi, 2024)
KINERJA BETA SAHAM PADA EMITEN PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2008 DAN 2010 (Yasser, 2020)
PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP BETA SAHAM SYARIAH DAN NON SYARIAH YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (Hema Marlina, 2024)