Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN DAN KONVENSIONAL DI SMA NEGERI 1 MONTASIK
Pengarang
Nurlaili - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0906101040064
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Geografi (S1) / PDDIKTI : 87202
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2014
Bahasa
Indonesia
No Classification
370.152 3
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, time token, konvensional.
Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah dia menerima pengalaman belajarnya. Oleh karena itu, guru harus memilih model pembelajaran yang sesuai demi terciptanya pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Penelitian ini membandingkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Time Token dan pendekatan konvensional. Model Pembelajaran Time Token merupakan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa berbicara di depan umum, sehingga dia memiliki kemampuan untuk mengemukakan pendapatnya di depan orang banyak. Pendekatan konvensional merupakan suatu pendekatan yang didominasi oleh ceramah dan divariasikan dengan tanya jawab. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pendekatan konvensional pada materi interaksi spasial desa dan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token dan pendekatan konvensional. Hipotesis penelitian ini adalah hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa mengunakan pendekatan konvensional pada materi yang sama. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling yang berjumlah 50 orang dengan dua kelas yaitu kelas XII IPS1 sebagai kelas eksperimen dan XII IPS2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui soal pretest dan posttest dan data diolah menggunakan uji-t. Hasil pengolahan data diproleh bahwa thitung = 0,40 dan ttabel = 1,684, yang berarti thitung < ttabel dengan demikian H0 diterima, artinya hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token sama dengan hasil belajar geografi siswa menggunakan pendekatan konvensional.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN DAN TALKING STICK DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 5 BANDA ACEH (Raudhatul Jannah, 2018)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN OBSERVATION LEARNING DENGAN QUANTUM TEACHING DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X IS SMA NEGERI 16 BANDA ACEH (NURMANSYAH PUTRA, 2020)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA SMAN 5 TAKENGON (LIANA AGUSTINA, 2019)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN BERBANTUAN MULTIMEDIA SISWA SMA NEGERI 2 MEULABOH (ANGGA ZULVIAN, 2024)
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN QUANTUM TEACHING PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI KELAS X DI MAN 1 BANDA ACEH (SITI HAJAR, 2019)