<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8300">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN TIME TOKEN DAN KONVENSIONAL DI SMA NEGERI 1 MONTASIK</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nurlaili</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, time token, konvensional.&#13;
&#13;
Hasil belajar merupakan kemampuan yang dimiliki siswa setelah dia menerima pengalaman belajarnya. Oleh karena itu, guru harus memilih model pembelajaran yang sesuai demi terciptanya  pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Penelitian ini membandingkan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajaran Time Token dan pendekatan konvensional.  Model Pembelajaran Time Token  merupakan model pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan siswa berbicara di depan umum, sehingga dia memiliki kemampuan untuk mengemukakan pendapatnya di depan orang banyak. Pendekatan konvensional merupakan suatu pendekatan yang didominasi oleh ceramah dan divariasikan dengan tanya jawab. Rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pendekatan konvensional pada materi interaksi spasial desa dan kota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token dan pendekatan konvensional. Hipotesis penelitian ini adalah hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa mengunakan pendekatan konvensional pada materi yang sama. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling yang berjumlah 50 orang dengan dua kelas yaitu kelas XII IPS1 sebagai kelas eksperimen dan XII IPS2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui soal pretest dan posttest dan data diolah menggunakan uji-t. Hasil pengolahan data diproleh bahwa thitung = 0,40 dan ttabel = 1,684, yang berarti thitung &lt; ttabel dengan demikian H0 diterima, artinya hasil belajar geografi siswa menggunakan model pembelajaran Time Token sama dengan hasil belajar geografi  siswa menggunakan pendekatan konvensional.</note>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING METHODS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LEARNING - EDUCATIONAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>370.152 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>8300</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-08-11 14:29:00</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-11-04 15:33:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>