<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82956">
 <titleInfo>
  <title>CULTURE SHOCK DALAM KOMUNIKASI ANTARBUDAYA (STUDI KASUS PADA MAHASISWA ASAL MALAYSIA DI IAIN AR-RANIRY BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>putri arimbi siregar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  berjudul   &quot;Culture  Shock  dalam   Komunikasi  Antarbudaya  (Studi Kasus  Pada Mahasiswa Asal Malaysia  di IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh)&quot;. Culture shock adalah  suatu  kondisi  reaksi  fisik  dan  psikologis yang  timbul  saat  individu masuk   dan  melakukan  kontak  dengan   budaya  di  lingkungan  baru.  Kondisi  ini terjadi jika individu dengan  latar belakang  budaya  berbeda  datang  dan menetap  di tempat  baru  seperti  halnya  mahasiswa  Malaysia yang  menetap   di  Aceh.  Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk  mengetahui bentuk  dan gejala culture shock yang dialami  oleh  mahasiswa  asal  Malaysia   di  IAIN  Ar-Raniry,  Banda  Aceh,   serta bagaimana  cara   mengatasinya.   Metode   yang   digunakan  dalam   penelitian  ini adalah   metode   kualitatif  dengan   pendekatan  studi   kasus.   Pengumpulan  data dilakukan  melalui  wawancara secara  mendalam (indepth interview) dan observasi (pengamatan) nonpartisipan terhadap informan penelitian.  Wawancara dilakukan terhadap   10  orang  informan  yang  masing-masing terdiri  dari  5  orang  informan laki-laki   dan   5   orang    informan   perempuan.   Informan    ditentukan   dengan menetapkan kriteria  yang  sudah  menetap  di Aceh  selama  kurun waktu  tiga  bulan hingga  satu  tahun.  Wawancara dilakukan secara  personal  dan  melalui pendekatan terhadap  informan.  Sedangkan  observasi  (pengamatan)  dilakukan  di  kampus, tempat  tinggal,  dan di tempal  umum di mana  informan sering  melakukan interaksi sosial.  Dari  penelitian  ini  diperoleh  hasil  bahwa  kecenderungan  culture  shock yang  terjadi  adalah  culture shock ringan  dan  sedang. Gejala culture shock yang dialami oleh mahasiswa Malaysia tersebut  adalah  perasaan  terisolasi, kecemasan, kekhawatiran, penurunan kinerja  dan  ketidakberdayaan.  Kesulitan  yang  dihadapi oleh  mahasiswa Malaysia dalarn  interaksi  sosial  disebabkan oleh  kendala  bahasa dan   kesulitan    memahami   makna   dalam   berkomunikasi.   Culture  shock  yang dialami  oleh  mahasiswa Malaysia tersebut   menimbulkan reaksi  berupa  perasaan rindu   kampung  halaman   dan  keinginan  untuk   kembali   ke  negara   asal.  Untuk mengatasi  culture  shock  yang  dialami,  mahasiswa  Malaysia  tersebut  memilih tinggal serumah  dengan  teman-teman sesama  asal  Malaysia,  mencoba mengikuti kebiasaan-kebiasaan dalam  masyarakat, menghormati budaya  setempat, dan melakukan  interaksi sosial  dengan  masyarakat serta lingkungan baru.Kata kunci:    culture shock, mahasiswa Malaysia, antarbudaya.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82956</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-06 15:27:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-06 15:28:28</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>