POTENSI ANTIDIARE SEDUHAN KELOPAK ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS USUS HALUS MENCIT YANG DIINDUKSI ENTEROPHATOGENIC ESCHERICHIA COLI (EPEC) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

POTENSI ANTIDIARE SEDUHAN KELOPAK ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA L.) TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGIS USUS HALUS MENCIT YANG DIINDUKSI ENTEROPHATOGENIC ESCHERICHIA COLI (EPEC)


Pengarang

Mulyana - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0908104010008

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN PENGETAHUAN ALAM., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

583.685

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi antidiare seduhan kelopak rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap gambaran histologis vili usus halus pada mencit (Mus musculus) diinduksi Enterophatogenic Escherichia coli (EPEC). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Semua kelompok perlakuan diinfeksi dengan EPEC kecuali kelompok perlakuan kontrol negatif yang tidak diinfeksi dengan EPEC (P0). Kelompok perlakuan yang diinfeksi dengan EPEC dibagi menjadi lima kelompok perlakuan. Lima kelompok perlakuan tersebut adalah kelompok perlakuan kontrol positif yang tidak diberi seduhan kelopak rosela (P1) dan kelompok perlakuan (P2) yang diberi 500 mg/kg BB, nifuroxazide serta kelompok perlakuan P3, P4 dan P5 yang diberi seduhan kelopak rosela dengan dosis masing-masing berturut-turut 0,04 g/20 g BB, 0,08 g/20 g BB dan 0,12 g/20 g BB. Perlakuan yang diinfeksi EPEC diberikan selama 7 hari dan pada hari ke-8 hingga ke-11 diberi perlakuan antibiotik standar nifuroxazide dan seduhan kelopak rosela. Parameter yang diamati adalah erosi vili usus halus dengan 3 tingkatan yaitu tidak ada erosi (0), erosi ringan apabila lebih kecil dari 20% (1), dan erosi berat apabila lebih besar dari 20% (2). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan seduhan kelopak rosela 0,12 g/20 g BB mampu memperbaiki erosi vili usus halus akibat pemberian EPEC.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK