<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82800">
 <titleInfo>
  <title>INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA PADA REMAJA YANG ORNGTUANYA BERCERAI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Cut Pramesywari R. Firmansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini  bertujuan untuk  mengetahui dinamika  interaksi sosial teman  sebaya  pada  remaja yang  orangtuanya   bercerai.  Perceraian  orangtua membawa  dampak  negatif bagi anak  khususnya  remaja.  Dampak  perceraian tersebut   terlihat  salah   satunya  pada  hubungan   sosial  anak  dengan   teman sebaya,  seperti terganggunya  interaksi sosial anak dengan  teman  sebayanya. Metode   yang   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah   kualitatif  dengan rancangan  studi kasus. Responden  dalam penelitian  ini adalah   remaja dengan karakteristik   remaja    madya  (usia   15-18  tahun)  yang  orangtuanya  telah bercerai  dan  tinggal  bersama  ibunya.  Teknik  pengambilan  sampel menggunakan  metode  Snowball Sampling. Berdasarkan analisa  didapatkan bahwa  perceraian   orangtua  membuat  remaja  membatasi   kedekatan   dengan teman. Saat melakukan  interaksi dengan teman,  remaja cenderung  sulit untuk memulai    dahulu    dan    cenderung   terputus    interaksi   jika   teman    tidak memulainya.   Perceraian  orangtua  membuat  remaja tidak  suka  menceritakan masalah  pada  teman  khususnya  masalah  keluarga.  Saat keadaan  bermasalah dengan  teman  lebih suka diam atau menanyakkan pada teman  secara  tenang, sehingga   remaja  menjaga   hubungan   dengan  teman  cara menjauhi  kondisi yang  menimbulkan  masalah, diam,  dan  berpikir   positif  pada teman.   Hal tersebut  menunjukkan bahwa dalam  melakukan  sesuatu  remaja dapat mengontrol emosi serta sikap.&#13;
&#13;
Kata Kunci  :  Interaksi sosial, perceraian, remaja&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82800</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-04 14:51:08</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-04 14:51:51</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>