INTENSITAS BERKOMUNIKASI MENGGUNAKAN BAHASA ACEH DENGAN PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA DI KALANGAN SISWA SMA NEGERI 2 RSBI BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

INTENSITAS BERKOMUNIKASI MENGGUNAKAN BAHASA ACEH DENGAN PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA DI KALANGAN SISWA SMA NEGERI 2 RSBI BANDA ACEH


Pengarang

Cut Nyak Raysha M - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0810102010087

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini berjudul "Intensitas Berkomunikasi Menggunakan Bahasa Aceh Dengan Perubahan Sosial dan Budaya Di Kalangan Siswa SMA Negeri 2 Banda Aceh" dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan intensitas berkomunikasi menggunakan bahasa Aceh dengan perubahan sosial dan budaya dikalangan siswa SMA N 2 RSBI Banda Aceh dan untuk mengetahui sejauh mana minat remaja usia sekolah terhadap penggunaan bahasa Aceh dalam berkomunikasi. Teori yang digunakan adalah Anxiety Uncertainty Management Theory (Theory Pengelolaan Kecemasan/ Ketidpakastian) William Gudykunst ini memfokuskan pada perbedaan budaya pada kelompok dan orang asing. Ia berniat bahwa teorinya dapat digunakan pada segala situasi dimana terdapat perbedaan diantara keraguan dan ketakutan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara mendalam sebagai teknik pengumpulan data. Wawancara dilakukan kepada 5 (lima) orang siswa SMA N 2 RSBl, yaitu 2 (dua) orang dari kelas XII IPA 3 (tiga) orang dari kelas XI IPS secara acak dengan kriteria, pertama: siswa asli berdarah Aceh dan kedua: siswa yang bisa menguasai Bahasa Aceh. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa sebagian besar informan menilai perubahan sosial dan budaya yang terjadi seperti perubahan sosial dikalangan remaja yang disebabkan lingkungan pergaulan yang dipengaruhi oleh globalisasi serta hilangnya identitas diri sebagai remaja berdarah Aceh serta perubahan pola pikir yang sudah dapat menerima perubahan- perubahan zaman yang terus berkembang. Pada akrhimya terlihat jelas bahwa tidak adanya intensitas penggunaan bahasa Aceh dikalangan siswa karena adanya perubahan sosial dan budaya yang terus berkembang. Minat remaja untuk berbahasa Aceh sendiri juga sangat kurang dikarenakan remaja sekarang lebih tertarik ke hal-hal yang dianggap lebih trend serta gaul dilingkungan mereka. Rasa malu atau gengsi juga salah satu faktor yang sangat mendukung remaja sekarang tidak lagi membiasakan diri untuk berbahasa Aceh. Karena mereka mengganggap bahasa Aceh hanya digunakan oleh orang-orang kampung saja.

Kata Kunci: Intensitas Berkomunikasi,Menggunakan Bahasa Aceh

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK