Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PENGARUH KENAIKAN HARGA BAHAN BAKAR MINYAK DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA (PERIODE 1998-2007)
Pengarang
Heru Syahputra - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0401101010018
Fakultas & Prodi
Fakultas Ekonomi dan Bisnis / Ekonomi Pembangunan (S1) / PDDIKTI : 60201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2020
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dua faktor internal yang mempengaruhi inflasi di Indonesia, yaitu untuk mengetahui pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan jumlah uang beredar (JUB) terhadap inflasi. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data sekunder periode 1998-2007 yang bersumber dari Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Pertamina, dan instansi yang terkait dengan penelitian ini.
Data dianalisis dengan pendekatan deskriptif dan kuantitatif melalui penyajian dan penyusunan data ke dalam tabel yang dianalisis dengan menggunakan model regresi linier berganda. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 10 melalui konsep t-test.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh model persamaan : ?? = 475.338+ 6,805x10-2 PBBM + 2,577x10-13 Md+ ei. Hal ini
menunjukkan selama periode 1998-2007, harga BBM (PBBM) dan jumlah uang beredar (Md) berpengaruh positif dan signifikan terhadap inflasi (?? ) di Indonesia. Konstanta (?0) sebesar 475,338, artinya apabila variabel harga BBM dan JUB
sama dengan nol (0), maka laju inflasi di Indonesia sebesar 475,338 persen. Koefisien regresi harga BBM ((?1) ) adalah 6,805x10-2, artinya apabila terjadi kenaikan harga BBM sebesar 1 rupiah maka akan menyebabkan meningkatnya laju inflasi sebesar 6,805x10 persen dengan asumsi JUB dan faktor-faktor lain dianggap tidak berubah. Koefisien jumlah uang beredar (?1) sebesar 2,57710-13 artinya setiap terjadinya kenaikan JUB sebesar 11 rupiah, maka akan meningkatkan inflasi sebesar 2,57710-13 persen dengan asumsi harga BBM dan faktor-faktor lain dianggap tidak berubah. Dari hasil estimasi menunjukkan bahwa pengujian hipotesis dengan uji-t, variabel harga BBM memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia dengan tingkat keyakinan sebesar 95 persen. Hal ini didasarkan pada perolehan t-hitung 15,1 35 > t-tabel 2,365. Begitu juga dengan JUB menunjukkan t-hitung 4,905> t-tabel 2,365 yang membuktikan bahwa JUB memiliki pengaruh signifikan terhadap inflasi di Indonesia.
Atas dasar ini pemerintah diharapkan dapat menangani dan mengatasi
masalah inflasi melalui kebijakan fiskal dan moneter, seperti penghematan penggunaan bahan bakar minyak dan pengendalian jumlah uang beredar yang lebih ketat. Masyarakat juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam rnengangani laju inflasi yang diakibatkan oleh jumlah uang beredar dan minyak seperti mengurangi kebiasaan memegang uang dan menghemat penggunaan minyak.
Tidak Tersedia Deskripsi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI KOTA BANDA ACEH (FENNY SATIANI, 2014)
PENGARUH PENINGKATAN HARGA BERAS TERHADAP LAJU INFLASI DI INDOESIA (Nadilla Fathia, 2018)
EFEKTIVITAS TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER TERHADAP INFLASI DI INDONESIA (Zikrina Natasya, 2024)
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI 2 INFLASI DIINDONESIA (Samsul Rizal, 2020)
FAKTOR-FAKTOR INTERNAL YANG MEMPENGARUHI INFLASI DI INDONESIA (Fittriya Yunita, 2021)