<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82731">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PEMANFAATAN HUTAN OLEH PETANI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KERUSAKAN HUTAN DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (STUDI KASUS KABUPATEN ACEH SELATAN DAN KABUPATEN ACEH BARAT DAYA)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zulfikar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui  bagaimana  pemanfaatan hutan oleh petani  Kawasan  Taman  Nasional   Gunung  Leuser  di  Kabupaten   Aceh  Selatan  dan Aceh  Barat  Daya.  Selain  itu,  penelitian  ini juga  mencoba   untuk  melihat   dampak pemanfaatan  hutan  Kawasan  Taman  Nasional   Gunung  Leuser  di  Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Barat  Daya.Adapun   metode   yang  digunakan   dalam   penelitian   ini  adalah   analisis   data secara  deskriptif.  Dengan  membuat  perbandingan  tentang  kondisi   hutan  Kawasan Taman   Nasional   Gunung   Leuser  clari  tahun   1998  sampai   tahun   2007  dilakukan moratoriun  (penghentian sementara)  penebangan   hutan.  Setelah data  sekunder  yang bersifat  kualitatif telah  terkumpul   dari  berbagai  sumber   akan  dianalisis   kemudian atas data tersebut  dalam bentuk uraian Hasif   penelitian    menunjukkan   dampak    dari pengelolaan   hutan    berupa pemberian  izin oleh Pemerintah  telah melewati  batas izin yang diberikan  pemerintah. Kawasan    Ekosistem    Leuser   (KEL)   yang   terletak    di   Provinsi   Nanggroe    Aceh Darussalam   (NAD)  dengan  luas  2.025.000  hektar  dengan  surat  Keputusan   menteri kehutanan    No.   190/Kpts-II/2001,   tentang   pengesahan  batas   kawasan   ekosistem leuser.   Yang  di  dalamnya   terdapat   Taman   Nasional   Taman     Nasional   Gunung Leuser)   Ditunjuk  Menteri   Kehutanan,   SK  No.  276/Kpts-VI/1997  luas   1.094.692 hektar  Kabupaten Aceh  Barat  Daya  dan Kabupaten Aceh  Selatan  yang  merupakan Kawasan  Ekosistem  Leuser (KEL) berupa  HGU,  HPH, dan IPK serta  transmigrasi, oleh    Yayasan   Leuser  Internasional  (YLI)  dinilai  telah  menyebabkan  kawasan   ini makin rusak  terdegradasi.   Dampak  langsung  dari  aktivitas eksploitasi  hutan  untuk perkebunan ini yang di lakukan  oleh perusahaan  pemegang  HGU ini berupa  bencana alam  seperti  banjir, tanah  longsor, kekeringan dan perubahan  iklim. Namun  dampak yang dirasakan  oleh sebahagian  masyarakat  di kawasan  perkebunan milik perusahaan pemegang   HGU  secara langsung  berupa   pembangunan jalan  di   sekitar   proyek tersebut,   pemberian   bantuan   langsung  terhadap   warga  sekitar  proyek,   penyediaan lapangan  kerja  dan  bantuan  sosial  terhadap  warga  kurang  mampu  di  sekitar  lokasi proyek   dan  manfaat  secara   tidak   langsung  seperti   pembayaran pajak  yang  oleh perusahaan  kepada Pemerintah Daerah yang kemudian oleh pemerintah memanfaatkan dana tersebut ke daerah berupa pembangunan fisik dan non fisik. Kemudian    bagi   usaha    pertanian    di   kawasan    proyek    perkebunan   perusahaan pemegang    HGV   berupa   pola   kemitraan    seperti   Pola   Inti  Rakyat,   Perusahaan Pengelola,  Perusahaan Penghela,  dan Pola Perorangan.&#13;
Beberapa   hal yang  menjadi   rekomendasi  terhadap   Pemerintah  Daerah   di Kabupaten   Aceh   Barat   Daya   dan   Kabupaten  Aceh   Selatan   adalah   hendaknya melakukan   riset  terlebih  dahulu   untuk   memberikan   izin   kepada    perusahaan- perusahaan   yang   ingin   mengelola    hutan   di   Kabupaten  Aceh   Barat   Daya   dan Kabupaten  Aceh Selatan  yang merupakan   Kawasan  Ekosistem  Laser  (KEL),  karena dampak   yang   ditimbulkan   sangat   besar  bagi  daerah   yang   dapat   menimbulkan bencana banjir dan kekeringan.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82731</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-04 10:20:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-04 10:26:57</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>