<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82644">
 <titleInfo>
  <title>PEMETAAN SENTRA PRODUKSI KOMODITI ANDALAN PERKEBUNAN RAKYAT DI PROVINSI NANGGROE ACEH DARUSSALAM</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Furqan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Muhammad Furqan dengan juduJ skripsi &quot;Pemetaan Sentra Produksi Komoditi Andalan Perkebunan Rakyat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam&quot;.   Dibawah    bimbingan    Bapak    Dr.   Ir.  Romano,    M.P   sebagai pembimbing utama  dan  Bapak  Dr. Ir.  Azhar  Muslim,  M.S  sebagai  pembimbing kedua.&#13;
Sub  sektor  tanaman  perkebunan adalah  sebagai  penghasil  devisa  negara, penyedia  bahan  baku  bagi  industri  dan membuka  lapangan kerja  bagi rakyat.  Sub sektor  tanaman  perkebunan di Indonesia  dalam pengusahaannya dikenal  dengan adanya perkebunan rakyat dan perkebunan besar.&#13;
&#13;
&#13;
Nanggroe   Aceh  Darussalam   adalah   salah   satu  provinsi   yang  memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan sub sektor perkebunan baik perkebunan   rakyat  maupun   perkebunan   besar.  Komoditi   yang  diusahakan   oleh perkebunan  rakyat  yang  ada  di  Aceh  mencapai   23  macam.  Komoditi   tersebut adalah  karet,  kelapa  dalam,  kelapa  hybrida,  kelapa  sawit,  kopi,  cengkeh,   pala, pinang,  kapuk/randu,  kakao,  jambu   mete,  kemiri,   lada,  sagu,  aren,  cassiavera, gambir,  nilam,  tembakau,   tebu,  kunyit,  jahe  dan  serewangi.   Komoditi   andalan adalah   komoditi   yang   memiliki pangsa   pasar, keuntungan  kompetitif,    nilai ekonomis,  sebaran  wilayah  produksi dan  kesesuaian  agroklimat serta  diharapkan dapat  menjadi  tumpuan  daerah  maupun  petani.  Berdasarkan   hal  tersebut  maka komoditi   andalan  perkebunan  rakyat  ditetapkan   menjadi  8  komoditi  yaitu  kopi, karet, kelapa  sawit, kelapa  dalam, kakao, kemiri, paJa dan pinang. Pernasalahan yang timbul adalah bagaimana keadaan pengembangan komoditi andalan  pada perkebunan  rakyat di NAD. Tujuan  dari penelitian ini adalah  untuk  menggambarkan  keadaan perkebunan  rakyat  yang  mengusahakan  komoditi   andalan   di  seluruh   wilayah Nanggroe  Aceh Darussalam.&#13;
&#13;
Luas  lahan   untuk  8  komoditi   andalan   yaitu  kopi,   karet,  kelapa   sawit, kelapa   dalam,   kakao,  kemiri,   pala   dan   pinang   di   Provinsi   Nanggroe   Aceh Darussalam  pada  tahun  2006 mencapai  515.533  Ha. Total produksinya  sebanyak 808.604 ton.  Jumlah petani  sebanyak  571.398 KK serta total nilai produksi  setiap hektarnya mencapai  Rp 76.282.250. Untuk  Kabupaten  Aceh  Besar,  dapat  ditetapkan   sebagai  daerah  prioritas sentra  produksi  utama  perkebunan   rakyat  bagi  komoditi  kelapa  dalam,  kemiri, kopi dan pinang.&#13;
&#13;
&#13;
Untuk Kabupaten Pidie, dapat ditetapkan sebagai daerah prioritas sentra produksi  utama perkebu.nan rakyat bagi komoditi  kakao, kelapa dalam, pinang dan kopi.&#13;
Untuk Kabupaten  Bireuen, dapat ditetapk.an sebagai daerah prioritas  sentra produksi   utama  perkebunan   rakyat  bagi  komoditi  pinang,  kelapa  sawit,  kelapa dalam, kakao dan karet. Untuk  Kabupaten  Aceh Tengah,  dapat ditetapkan  sebagai  daerah  prioritas sentra  produksi  utama  perkebunan  rakyat  bagi komoditi  kopi, kemiri , pinang dan kakao. Untuk  Kabupaten  Aceh  Utara,  dapat  ditetapkan  sebagai  daerah  prioritas sentra  produksi  utama  perkebunan   rakyat  bagi  komoditi  kelapa  sawit,  kelapa dalam, kakao, pinang dan karet. Untuk   Kota  Lhokseumawe,   dapat   ditetapkan   sebagai   daerah   prioritas sentra  produksi  utama  perkebunan   rakyat  bagi  komoditi  kelapa  sawit,  pinang, kakao dan kelapa dalam.&#13;
&#13;
&#13;
Untuk  Kabupaten  Aceh  Timur,  dapat  ditetapkan  sebagai  daerah  prioritas sentra  produksi   utama  perkebunan   rakyat   bagi  komoditi   karet,  kelapa   sawit, kelapa dalam dan kakao. Untuk  Kota   Langsa,   dapat   ditetapkan   sebagai   daerah   prioritas   sentra produksi   utama  perkebunan   rakyat   bagi  komoditi   karet,  kelapa  sawit,  kelapa dalam dan kakao. Untuk   Kabupaten    Aceh   Tamiang,   dapat   ditetapkan    sebagai    daerah prioritas  sentra  produksi  utama  perkebunan   rakyat  bagi  komoditi   kelapa  sawit, karet, kakao dan pinang. Untuk   Kabupaten    Aceh   Tenggara,  dapat   ditetapkan    sebagai   daerah prioritas  sentra  produksi  utama  perkebunan  rakyat  bagi komoditi  kakao,  kemiri, karet, kelapa sawit dan pinang.Untuk  Kabupaten  Gayo  Lues,  dapat  ditetapkan   sebagai  daerah  prioritas sentra  produksi   utama  perkebunan   rakyat  bagi  komoditi   kemiri,   kopi,  kelapa dalam dan kakao.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82644</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-03 09:46:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-03 09:47:24</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>