<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="82584">
 <titleInfo>
  <title>IDENTIFIKASI NILAI EKONOMI EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ANDI RISDIANTO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2020</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kota   Banda   Aceh   merupakan   wilayah   pesisir   yang   sangat   banyak   di tumbuhi  oleh vegetasi hutan  mangrove,  bencana  alam berupa  tsunami tidak  hanya merenggut ribuan  nyawa  tetapi  juga menghancurkan   hampir  seluruh  sarana yang ada  di kota  Banda  aceh,  termasuk  vegetasi  hutan  mangrove.  Pemulihan  vegetasi hutan   mangrove   pasca   tsunami  terbilang   sangat   lambat,   padahal   tidak   sedikit masyarakat    pesisir    yang    menggantungkan     kelangsungan     hidupnya    kepada keberadaan  hutan  mangrove.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini adalah Uji  Beda  Dua  Rata-rata  (Paired sample  T-test),  data  yang  digunakan  adalah  data primer    yaitu   membandingkan    cost   dan   hasil   tangkapan    dari   dua   kawasan pemancingan  yang  berbeda  yaitu  kawasan  vegetasi  hutan  mangrove  dan  kawasan non-mangrove  yang didapat dari kuisioner atau wawancara  langsung kepada masyarakat.  Hasil penelitian  dan perhitungan  menunjukkan bahwa hasil tangkapan rata-rata    di   kawasan    yang    bervegetasi    hutan    mangrove    jauh   lebih   besar dibandingkan    dengan   hasil   tangkapan   dikawasan    non-mangrove    pada   tingkat keyakinan   99 persen.  Sedangkan  untuk biaya atau  cost  yang  dikeluarkan   untuk memancing   di  dua  kawasan   berbeda  tersebut   tidak  berpengaruh   secara   parsial. Beberapa  saran yang  dapat  diberikan   antara  lain  adalah  perlu  adanya  perhatian yang  serius  dari  pemerintah  daerah  untuk meningkatkan  kualitas kawasan pesisir dalam  rangka peningkatan  ekonomi  khususnya  masyarakat  pesisir. Pemerintah  dan masyarakat  pesisir khususnya harus  lebih  berperan aktif dalam menjaga kelestarian dari hutan mangrove tersebut agar dapat terjaga  dengan  baik sehingga  menciptakan lingkungan pesisir kota Banda Aceh yang lestari dan berkualitas.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata kunci: Hutan Mangrove,  Non-Mangrove, Kawasan Pemancingan&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>82584</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-11-02 11:43:01</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-11-02 11:43:42</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>